November 21, 2017

Pengalaman di Jakarta | Kota Tua Kaya Sejarah

Assalamualaikum . .

Setelah disibukkan padatnya aktifitas kerja sehingga sampai akhirnya saya berada di Jakarta untuk keperluan mengurus dokumen penting mengenai pekerjaan saya. Jakarta merupakan pusat pemerintahan banyak kantor-kantor mengakar di sini. Hal pekerjaan yang bersifat mendadak mengharuskan saya berkunjung di Jakarta. Tapi tetep di sela-sela padatnya kota Jakarta saya menyempatkan mampir ke beberapa tempat yang terkenal di Jakarta.

Pengalaman di Jakarta | Kota Tua Kaya Sejarah
Museum Fatahillah

Jakarta dikenal sebagai kota yang banyak orang merantau untuk mencari nafkah disini. Biaya gaji yang tinggi namun juga biaya hidup yang tinggi. Terkenal dengan slogan "kehidupan di jakarta itu keras" menjadikan kota yang banyak dihuni oleh para pencari kerja untuk saling bersaing mencari pekerjaan yang layak bagi kehidupan mereka. Tapi ini bukan pertama kali saya berkunjung ke jakarta, sebelumnya sempat saya ke Jakarta namun untuk menemani ayah yang sedang ada undangan menghadiri acara di Gedung Juang 45 Jakarta.

Dekatnya lokasi Monumen Nasional ( Monas ) dengan tempat saya mengurus dokumen pekerjaan membuat saya rehat dan menyempatkan mampir ke Monas. Jalan kaki adalah alternatif saya menuju ke lokasi karena hanya berjarak sekian KM saja. Melewati beberapa ruas jalan dan trotoar akhirnya saya sampai di lokasi tersebut.

Pengalaman di Jakarta | Kota Tua Kaya Sejarah
Monas

Setelah berkeliling di sekitaran Monas dan mendung menyapa maka saya niatkan untuk cabut dari lokasi untuk menuju penginapan. Kondisi Kota Jakarta yang padat mejadi pengjambat saya untuk menuju penginapan. Padatnya lalu lintas memang membuat banyak pengguna jalan merasa tidak nyaman apabila berada di jalanan pada jam-jam sibuk dan pulang sekolah/kerja.

Esoknya setelah selesai mengurus pekerjaan, saya melanjutkan petualangan saya di Jakarta dengan mengunjungi Masjid Istiqlal Jakarta kebetulan pada saat itu hari Jumat dimana umat muslim melaksanakan Sholat Jumat. Masjid Istiqlal menjadi satu kawasan dekat dengan Monas, berbekal aplikasi Go-jek saya meuju kesana via Go-jek. Sesampai disana saya langsung menuju ke dalam untuk beribadah. Interior masjid karya arsitek Frederich Silaban membuat saya kagum desain yang bernuansa mewah namun elegan membuat Masjid Istiqlal terkesan modern.

Pengalaman di Jakarta | Kota Tua Kaya Sejarah
di dalam Masjid Istiqlal Jakarta

Selesai melaksanakan sholat jumat saya bergegas mencari warung makan di sekitaran kompleks masjid. Sembari santai saya mengecek Google Maps untuk melihat tempat-tempat yang lainnya. AKhirnya saya menemukan lokasi wisata yang cukup jauh namun membuat saya penasaran. Lokasi tersebut bernama Museum Fatahillah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kota Tua. Tanpa lama-lama saya memesan gojek untuk menuju ke sana.

Kesan saya ketika berada di Kota Tua adalah seperti flashback ke era masa penjajahan. Alunan lagu keroncong lama di nyanyikan beberapa pengamen yang ada di sana. Sepeda Onthel banyak berlalu lalang untuk digunakan beberapa pengunjung dengan membayar sewa. Tak lama setelah melihat-lihat di sekeliling lokasi, akhirnya saya tertarik untuk masuk ke sebuah Museum, namanya Museum Fatahillah. Harga karcis masuk sekitar 5000 rupiah, didalamnya banyak terdapat benda-benda bersejarah bekas penjajahan dulu. Di samping luar gedung juga terdapat penjara bawah tanah tempat para tawanan di sekap. Terlihat juga banyak orang menjadikan tempat ini sebagai lokasi syuting film ataupun pemotretan Pre Wedding.

Setelah puas bernostalgia di Kota Tua saya beranjak meninggalkan lokasi tersebut. Masih banyak lokasi di Jakarta yang belum sempat saya kunjungi namun karena sudah selesainya pekerjaan disini dan harus kembali balik ke Malang membuat saya harus meninggalkan Jakarta. Sebetulnya saya ingin menghadiri Kenduri Cinta di kompleks Taman Ismail Marzuki yang dihadiri oleh Cak Nun. Kenduri Cinta sendiri adalah acara bulanan menghadirkan Cak Nun dan narasumber lainnya untuk mengisi tema yang berubah di setiap diskusinya. Namun karena tiket Kereta Api sudah dipesan jauh hari saya  mengurungkan niat tersebut.

Ada lagi tempat yang kebetulan saya diajak singgah oleh rekan yaitu di Kawasan Istana Bogor. Buruknya cuaca dan kondisi badan yang tidak fit mengharuskan saya untuk istirahat. Dalam suasana panasnya Jakarta saya tetap ingin mengunjunginya di lain kesempatan karena masih banyak tempat-tempat yang bernilai sejarah tinggi, kaya budaya dan lainnya yang belum saya jelajahi saat berada disini.

Demikian cerita singkat perjalanan saya mengunjungi Kota Jakarta, kota tua yang semakin lama semakin berkembang dengan mall-mall dan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Kota yang menjadi pusat pemerintahan republik ini, dan juga kota yang banyak menyimpan sejarah masa penjajahan maupun masa kemerdekaan.

Wasalamualaikum
Salam Lestari . .

M. Rohman Wijaya

November 11, 2017

Kuburan Terunyan Bali | Wisata Budaya Unik di Bali

Asslamualaikum

Kuburan Terunyan Bali | Wisata Budaya Unik di Bali

Setelah lama tidak posting mengenai travelling, kali ini saya akan membahas pengalaman travelling saya mengunjungi tempat terindah sebelah timur pulau jawa yakni Pulau Bali. Bali yang terkenal seantero dunia karena keberagaman budaya, tempat yang eksotis dan lain sebagainya.

Bali seakan tidak ada habisnya mengenai keelokan wisata, kuliner dan budayanya. Setelah beberapa kali mengujungi Bali. Dalam travelling saya kali ini saya dan beberapa rekan kantor saya mengunjungi sisi lain dari destinasi Bali yaitu Kuburan Trunyan. Kuburan Trunyan yang terkenal dengan budaya pemakaman yang unik.

Mengutip dari Wikipedia, Trunyan adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kabupaten Bangli, Bali dan terletak di dekat danau batur. Trunyan merupakan wilayah pemakaman yang berbeda pada umunya. Menurut informasi terdapat 3 bagian atau area pemakaman disini yaitu pemakaman bagi orang yang meninggal wajar, tidak wajar dan bayi atau remaja yang meninggal masih muda.

Jenazah yang meninggal hanya diletakkan di permukaan tanah , di tutup kain berwarna putih tidak dikuburkan, hanya diletakkan begitu saja dibawah pohon besar bernama Taru Menyan. Mungkin nama pohon Taru Menyan menjadi asal muasal nama Trunyan.

Kuburan Trunyan/Desa Adat Trunyan terletak di daerah Danau Batur, maka dari itu untuk menuju lokasi pemakaman dibutuhkan penyewaan perahu sebagai transportasi. Jauh dari padatnya pusat kota Bali menjadikan lokasi ini jarang dikunjungi wisatawan. curah hujan yang cukup tinggi dan dingin menjadikan daerah tersebut sangat berbeda jauh dari daerah lain di bali misalnya Kuta.

Kuburan Terunyan Bali | Wisata Budaya Unik di Bali
melihat lokasi makam


Saat saya mengunjungi Trunyan, terdapat jenazah yang baru meninggal dan diletakkan ditempat ini. Saya sama sekali tidak mencium bau yang menyengat dari sekitar makam. Pohon besar Teru Menyan rupanya menyerap bau yang terdapat disini. Sesekali banyak wisatawan asing yang heran, karena dia baru pertama kali mengujungi pemakaman yang seperti ini. Begitupun juga saya dari beberapa informasi warga sekitar trunyan merupakan daerah suku asli Bali. Tapi kali ini saya agak kecewa karena cuaca hujan dan hari yang semakin sore saya tidak sempat mampir ke desa setempat.

Beberapa tempat sebelum menuju ke Trunyan sudah saya singgahi seperti Kuta, Sanur, Pandawa, Dreamland ,Panglipuran dan masih banyak lainnya. Namun Trunyan merupakan tempat yang berkesan selama perjalanan di Bali karena budaya yang unik, dari sisi budaya, kearifan lokal berbeda dari tempat lainnya di Bali menjadikan Trunyan salah satu destinasi wisata yang layak dikunjungi. apabila sobat sekalian berniat mengunjungi Bali, saya sarankan untuk mengunjungi kuburan Trunyan.

Bali mempunyai wisata pantai yang indah. Banyak pantai yang indah di Bali sekaligus budaya yang sangat kuat. Adat istiadat setempat harus kita hormati dan turut serta melestarikannya untuk menjadi wawasan bagi anak cucu kita kelak. Trunyan, salah satu wisata yang menyajikan bagaimana budaya itu sangat dijunjung dan dilestarikan dari jaman nenek moyang hingga saat ini.

Salam Lestari.

M. Rohman Wijaya

November 9, 2017

5 Bahaya Travelling | Hati-Hati Kecanduan Travelling!

Assalamulaikum

Siapa sih yang nggak suka travelling, berlibur ke tempat menyenangkan bersama kawan atau sendiri. ke tempat - tempat yang kita belum pernah mengunjungi sebelumnya, pasti sangatlah menyenangkan. 

Foto : Koleksi pribadi


Namun ada beberapa dampak negatif juga kalau kita tidak bijak saat kecanduan travelling. Kali ini saya akan membagikan 5 Bahaya Travelling menurut opini saya sendiri dikarenakan saya sendiri juga hobby travelling. Dirangkum dari beberapa pengalaman teman dan pengalaman pribadi.

      1. Malas Bekerja

Iyap, dari sekian travelling kadang orang suka malas untuk kembali bekerja karena beraktifitas setelah travelling menurut beberapa orang menjadikan orang malas menghadapi hari kerja dan beban pekerjaan. Biasanya mereka terbawa suasana ketika sebelumnya masih traveling, namun ada beberapa kebanyakan orang malah ada yang bersemangat bekerja.

      2. Tabungan Ludes

Sebagian orang menabung bukan untuk masa depan, tetapi kadang untuk travelling. Seharusnya mereka menabung untuk keperluan yang akan datang. Tetapi sah-sah saja kalau menabung untuk keperluan travelling yang lebih jauh dan ingin berkunjung ke tempat yang belum pernah dikunjungi tentu memerlukan uang yang tidak sedikit. Namun alangkah baiknya uang tabungan dipergunakan sesuai kebutuhan yang pokok dan lebih penting.

      3. Masa Depan Suram

Wah, kalau kayak gini jangan sampai ya. Orang traveling biasanya ingin menyenangkan diri mereka sendiri terkecuali bagi yang sudah menikah. Bagi yang belum untuk menghibur diri dan refreshing karena tekanan hidup mereka sebagian memilih untuk travelling akhirnya hal-hal yang penting kadang tidak mereka pikirkan yang penting kesenangan mereka tersampaikan dulu.

      4. Menjadi Sombong

Kalau bahaya yang satu ini hanya sedikit orang yang pernah mengalaminya. Orang yang sombong karena pernah travelling ke benua lain , ke pulau yang jauh atau keliling dunia, mereka seakan-akan berlaku sombong kepada orang lain yang belum pernah mengunjungi tempat tersebut. Mereka seperti bersikap angkuh karena ingin dihargai orang lain. Mudah-mudahan kita tidak ya hehe.

      5. Waktu 

Waktu adalah uang. Begitu pula saat kita travelling kadang ada waktu disaat ada acara kumpul keluarga besar, hajatan kawan atau hal lainnya kita abaikan karena bersamaan waktunya dengan kegiatan kita travelling. Kadang kala kita lebih memilih tidak datang ke acara penting, saat-saat momen yang tidak bisa terulang kita abaikan gara-gara travelling.

Travelling adalah hal yang menyenangkan apabila kita lebih bijaksana saat mengaturnya. Jika kita terlalu berlebihan untuk melaksanakan sesuatu hal akibatnya berdampak buruk juga untuk diri sendiri. Jadi aturlah kegiatan travelling kalian secara bijak dan cermati hal-hal yang lebih penting lagi dari sekdar travelling.

Ini hanya sekedar pendapat saya pribadi menurut pengalaman saya sendiri dan beberapa pengalaman teman saat travelling semoga menjadi berguna untuk kalian. Bila ada pendapat lain silakan komentar di blog ini. Kita bisa bertukar pendapat bersama-sama. Terima kasih

Salam Lestari

November 6, 2017

Bahaya Rokok Elektrik ( Vapor ) | Perbedaan Rokok Elektrik dan Rokok Konvensional

Assalamualaikum

Dalam postingan kali ini saya akan membahas hal yang berkaitan dengan dunia Vapor atau Rokok Elektrik. Iseng membahas karena dalam kegiatan travelling saya sering menggunakan vapor untuk mengisi waktu di kala senggang.


Saya adalah pengguna Vapor sejak hampir dua tahun yang lalu, saat travelling atau hanya berkumpul dan mengobrol dengan rekan-rekan saya sering menggunakan vapor. Awalnya saya dulu perokok namun tidak sebagai perokok yang aktif/sering hanya sekedarnya saja.

Beberapa artikel atau opini di luar menyebutkan kalau Vapor dan rokok tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan. Namun beberapa artikel juga menyebutkan Vapor lebih bersahabat daripada rokok tembakau konvensional.

Sebagai pengguna Vapor / rokok elektrik saya bisa menyimpulkan sedikit bahasan mengenai bahayanya kedua rokok tersebut.

Vapor menurut wikipedia adalah sebuah inovasi dari rokok konvensional menjadi rokok modern. Sama-sama mengeluarkan asap namun disini saya menjelaskan bedanya Vapor dengan rokok konvensional. Vapor terdiri dari MOD devicenya sendiri kemudian ada atomizer yaitu tempat lilitan kawat berada dan baterai sebagai sumber tenaga untuk memanaskan kawat. Bila kita tidak hati-hati dalam penggunaan Vapor maka akan timbul konsleting dalam devicenya yang menyebabkan baterai yang ada didalam device vapor meledak ( bukan devicenya yang meledak ). Sama seperti alat elektronik lainnya yang menggunakan baterai didalamnya dalam suatu keadaan tertentu disaat konsleting alat tersebut bisa meledak.

Ada 2 jenis vapor yang umum digunakan yaitu jenis Vapor Elektrikal dan Vapor Mechanikal. 

Bedanya Vapor Elektrikal lebih aman dari Vapor Mechanikal karena bisa mendeteksi kalau vapor tersebut short atau konsleting. Hal ini menyebabkan device vapor elektrikal tidak bisa digunakan. Sedangkan Vapor Mechanikal tidak ada device yang mendeteksi apabila short atau konslet. Sehingga di beberapa tempat banyak vapor yang meledak karena tidak ada arus yang memproteksinya akibatnya baterai konslet dan meledak.

Vapor identik dengan uap karena vapor memanaskan kawat yang sudah diberi E-liquid dalam balutan kapas didalamnya. Sedangkan rokok mengeluarkan asap hasil pembakaran tembakau. Jadi vapor menghasilkan uap sedangkan rokokkonvensional menghasilkan asap. Oleh karena itu kebanyakan orang merekomendasikan vapor sebagai alternatif perokok. 

Bagian Vapor akan saya jelaskan lebih detail di artikel ini.
  • MOD/Device
MOD/Device yaitu alat yang umum digunakan untuk kegiatan vaping. Seperti halnya diatas MOD sendiri ada dua jenis elektrikal dan mechanikal. Pada device elektrikal ada chipset yang digunakan untuk menetukan standart Watt, Volt, dan Ohm. Sedangkan pada mechanikal tidak terdapat mengatur stadart Watt, Volt, dan Ohm. Di masyrakat umunya yang sering meledak adalah mechanikal karena mereka kurang paham dan profesional dalam menggunakan. Bila masih pemula disarankan untuk menggunakan MOD elektrikal terlebih dahulu.

  • Atomizer
Atomizer adalah alat yang digunakan untuk mengubah E-liquid/E-juice Vapor menjadi uap yang dapat dihirup oleh Vaporizer/pemakainya. Dalam hal ini ada beberapa jenis Atomizer yaitu 
  1. RDA ( Rebuildable Dripping Atomizer ) yang setiap pengunaan biasanya bongkar pasang seseai kebutuhan. Misalnya kawat,kapas yang sudah tidak layak perlu diganti dan E-liquid yang habis tinggal kita drip kedalamnya. 
  2. RTA ( Rebuildable Tank Atomizer ) yang setiap penggunaan jarang untuk kita ganti kawat,kapas dan dripping e-liquid karena bentuknya menyerupai tandon/wadah untuk menampung e-liquid.
  3. RDTA ( Rebuildable Dripping Tank Atomizer ) adalah gabungan dari RDA dan RTA atau bisa menjadi RDA atau RTA sesuai kebutuhan penggunanya.
  • Kawat Lilitan
Jenis kawat untuk Vapor bervariasi seperti jenis Kanthal, Nichrome, Stainless Steel dsb. Kawat lilitan yang umum digunakan adalah jenis Kanthal karena food gradenya tinggi. Mempunyai standart besar kecilnya sesuai AWG ( American Wire Gauge ) yaitu ukuran kawat contohnya seperti ukuran 22,24,26 semakin kecil ukuran semakin kawat tersebut sangat keras dan sulit untuk dibengkok/dibuat lilitan. menggunakan kawat yang tidak dianjurkan oleh para pegiat vapor hal itu juga bisa membahayakan kesehatan. Kawat lilitan utuk Vapor menggunakan food grade atau bahan yang ramah makanan. Bahan-bahan tersebut biasanya terdapat pada sendok, pisau dapur dsb. Tetapi terkadang ada kawat tertentu yang bila dipanaskan dalam keadaaan panas yang melebihi ambang batasnya kawat tersebut bisa mengeluarkan reaksi kimia.
  • Kapas
Kapas yang digunakan adalah kapas khusus yang digunakan yaitu kapas organik yang baik. Kapas ini bukan yang digunakan untuk facial wajah pada umumnya karena kapas tersebut menggunakan pemutih dan bahan kimia yang tidak baik bila digunakan untuk kegiatan Vapor.
  • E-Liquid atau E-juice
Adalah cairan Vapor yang terdiri dari VG ( Vegetable Glycerin ) dan PG ( Propylene Glycol ) dan sedikit Nicotine. VG dan PG sendiri dalam beberapa informasi terbuat dari ekstrak sayur dan buah yang aman dikonsumsi. Sedangkan Nicotine umunya sebagai tambahan untuk sensasi menggaruk di tenggorokan atau Throat Hit dan berefek juga sebagai candu. E-liquid sendiri banyak jenis dan varian rasa tergantung pembuat/brewernya. Jenis e-liquid ada yang dari USA ( amerika ) , Malaysia dan beberapa dari brewer lokal.

Menurut sebagian orang, vapor adalah alternatif untuk pecandu rokok konvensional karena mereka tidak bisa berhenti begitu saja untuk merokok. Disini vapor hadir sebagai alternatifnya. Namun beberapa orang lain menyebut sama bahaynya antara Vapor dan Rokok Konvensional yakni sama-sama menghirup asap/uap. Hal tersebut saya kembalikan kepada diri masing-masing kalau saya lebih memilih untuk tidak keduanya hehe.

Vapor sendiri seiring penggunaanya banyak digunakan selain sebagai alternatif pengganti rokok konvensional juga sebagai gaya hidup/lifestyle. Bisa dilihat banyak orang saat ini menggunakan Vapor, tidak sedikit mereka awalnya adalah bukan perokok. Hal ini juga menjangkit kepada anak-anak yang masih dibawah umur untuk sekedar mencoba atau sebagai gaya-gayaan pada temannya. Mereka menilai dirinya keren padahal bila tidak mengetahui penggunaan Vapor maka bisa berdampak sangat serius bagi mereka. Oleh sebab itu para pengguna vapor merekomendasikan vapor hanya untuk umur 18 tahun ke atas.

Perang opini masyarakat tentang vapor banyak terjadi. Namun hal itu saya kembalikan ke diri masing-masing. Saya sarankan untuk tidak keduanya, lebih aman dengan tidak menggunakan vapor dan tidak mengkonsumsi rokok konvensional.

Demikian sedikit ulasan tentang vapor bila ada saran dan kritik silahkan komentar di bawah. Terima kasih atas kunjungannya.

Wassalamualaikum

November 5, 2017

Pengalaman Menahan Buang Air Besar di Perjalanan

Assalamualaikum

Apa yang menarik menurut kalian ketika pergi bewisata atau bepergian? Mungkin banyak hal menyenangkan yang kalian alami. Tapi, jangan lupa disamping hal yang menyenangkan banyak juga hal-hal yang tak menyenangkan di luar prediksi kita.

Pengalaman Menahan Buang Air Besar di Perjalanan

Salah satunya adalah pengalaman nyata saya sendiri ketika bepergian menuju kawasan timur pulau jawa yakni Kota Situbondo. Melalui transportasi bus saya berangkat dari Terminal Arjosari Malang pagi. Sebelum berangkat atau waktu perjalanan saya tidak merasakan ada hal yang ganjil. Namun, ketika hendak pulang menuju Malang tetapi turun dulu di terminal Bayuangga Probolinggo untuk pindah bis. Saya mengalami kejadian lucu, unik dan juga membuat saya merasa malu. saat di bis perjalanan pulang di daerah Besuki, Situbondo saya mengalami perut saya sakit dan harus segera pergi ke toilet terdekat. 

Situasi darurat semacam ini membuat saya kalang kabut sendiri di bis. Ingin menuju bapak sopir untuk meminta turun di pom bensin terdekat tapi saya sedikit malu untuk menyampaikan akhirnya saya hanya menahan rasa sakit ingin segera buang air besar . Alamak.

Melihat saya bingung , keringat dingin dan sedikit pucat membuat penumpang di sebelah saya yang semula tidur terlihat bangun dan menanyai beberapa hal. Berikut singkat obrolan saya dengan penumpang sebelah saya.

Mr.X  : "mas, kenapa mas" ?
saya   : "gapapa mas"
Mr.X : "masnya mabuk ya? sebentar" ( bingung mencari kantung plastik lalu disodorkan ke saya )
saya : "gapapa mas, itu gak mungkin membantu"
Mr.X : "memangnya kenapa mas"?
saya : "saya kebelet buang air besar mas"
Mr.X : "waduh kalau itu sih saya gak bisa bantu mas"( sambil kembali tidur )
saya : "gapapa mas, saya hadapi sendiri" ( dengan sombong padahal khawatir )

Begitulah sedikit obrolan saya dengan penumpang sebelah saya, yang membuat saya heran masnya ini sempat-sempatnya tidur padahal saya sedang kondisi kritis jamban. Situasi jalan yang kadang bergeronkal dan tidak rata membuat saya sesekali mengangkat (maaf) pantat saya agar keadaan menjadi kondusif hehe. Sampai pada akhirnya dekat kawasan Paiton, sopir bis yang nampak kelelahan terlihat menepikan bis. Nampaknya pak sopir ingin istirahat sebentar utuk mampir ke warung kopi terdekat. Wah, ini kesempatan saya untuk pergi ke toilet terdekat gumam hati saya. Tak ambil lama segera saya lari keluar bis untuk mencari toilet. Dengan wajah pucat dan malu saya beranikan menanyakan toilet di sekitar tempat tersebut. Menunjuk ke arah belakang warung pak sopir menujukkan dengan sesekali bertanya ke saya dalam bahasa jawa. Begini obrolannya 

sopir : "lho nandi mas" ? - lho, kemana mas? 
saya : "pak , jeding ten pundi nggeh darurat niki" - pak, kamar mandi dimana ya darurat ini
sopir : "lho opo o awakmu, kebelet pipis ta"? - lho kenapa kamu, ingin kencing ?
saya : "gak pak , gunungku ate mbledos iki, ndek ndi cepetan" - tidak pak gunung saya mau meletus ini
sopir : "hahaha, kono lho mas , mburi warung ono jeding" - hahaha, sana lho mas belakang warung ada kamar kecil
saya : "oke pak , suwun" - oke pak , terima kasih
sopir : "untung gak ngeseng ndek njero bis awakmu, lak buyar penumpangku haha" - untung nggak buang air besar di dalam bis kamu, kalau terjadi bubar penumpangku haha
saya : "sembarang wes pak, penting ngeseng" - terserah deh pak , yang penting bisa buang air besar


Dengan senang saya menghampiri pak sopir mengucapkan terima kasih. Namun pak sopir bis malah terlihat tertawa terus ketika saya menceritakan kalau saya sudah menahan buang air besar dari Besuki. Setelah selesai buang air besar perasaan saya sedikit lega ketika kembali ke bis. Ketika bis sudah kembali melanjutkan perjalanan, penumpang sebelah saya menanyakan kabar sakit perut saya tadi. Dengan semangat saya menjawab sudah terselesaikan dengan baik hehe. Beberapa menit setelah kami ngobrol, tiba-tiba mas sebelah saya terlihat memegangi perutnya. Menanyakan beberapa hal kepada saya. Begini obrolannya

Mr.X : waduh mas, kayaknya perut saya on fire juga ini
saya : nggak dari tadi aja mas bilangnya
Mr.X : tadi masnya B.A.B dimana?
saya : di warung dekat kita berhenti tadi mas, pas saya turun masnya tidur
Mr.X : aduh , gimana ya ini mas tambah sakit ini
saya : waduh kalau itu sih saya gak bisa bantu mas ( lalu saya siap-siap pergi tidur)
Mr.X : *%^%*&&^*(^((&*

Untuk sekedar tips ketika perjalanan jauh agar kawan pembaca tidak seperti saya. Berikut menurut saya sedikit tips untuk kalian.
  • Hindari makan makanan pedas sebelum bepergian 
  • Hindari minum kopi , teh juga
  • Usahakan buang air besar dahulu walau perut tidak sakit 
  • Banyaklah minum air untuk mencegah dehidrasi
  • Cobalah makan makanan ringan seperti roti, buah dll
  • Terakhir, cobalah untuk tidur atau fokus pada hal lain yang membuat anda melupakan perut yang sakit.
Demikian cerita absurd saya mengenai pengalaman sakit perut ketika dalam perjalanan. Semoga hal ini tidak terjadi pada kalian. Apabila pernah mengalami hal serupa atau pengalaman tidak menyenangkan lainnya silahkan isi komentar tentang pengalaman kalian waktu travelling/berpergian jarak jauh. 

Wassalamualaikum
Terima kasih sudah berkunjung.

November 4, 2017

Pengalaman Perjalanan Bekerja dan Travelling di Lombok

Assalamualaikum

Setelah kemarin sempat memposting tentang pengalaman saya di gunung, kali saya akan berbagi pengalaman saya mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat kebetulan saat kerja ada jeda waktu beberapa hari untuk mampir mengunjungi tempat-tempat wisata di Lombok.

Saya berangkat via pesawat dari Bandara Juanda Surabaya menuju ke Bandara Internasional Lombok Praya. Tiba di lokasi siang waktu setempat lalu beristirahat sejenak di beberapa ruang tunggu. Bandara ini terlihat sibuk walaupun hari biasa maklum saja Lombok adalah sasaran destinasi yang menjadi primadona bagi turis asing maupun lokal.


Pengalaman Perjalanan Bekerja dan Travelling di LombokPengalaman Perjalanan Bekerja dan Travelling di Lombok


Disini banyak terdapat destinasi menarik seperti Gunung , Air Terjun, Pantai dll. Pada kesempatan kali ini saya akan mengunjungi beberapa tempat tersebut. Perut saya yang sudah lapar mengajak saya untuk singgah di warung dekat bandara kebetulan sopir yang saya sewa memberikan info mengenai tempat tersebut. Namanya RM Cahaya dekat bandara makanan andalanya adalah nasi puyung jadi seperti nasi ayam dengan lalapan sambal puyung dan pelecing kangkung khas Lombok. Harganya bervariasi mulai dari 10ribu-20ribu per-porsi makan. Makanannya wuih mantap bener bisa dijadikan alternatif kuliner kalau mampir ke Lombok lagi.

Wonderful Lombok Sumbawa | Cerita Perjalanan Bekerja dan Travelling di LombokPengalaman Perjalanan Bekerja dan Travelling di Lombok


Setelah puas menyantap makanan, saya bergegas menuju penginapan saya, segera saya mandi dan mulai mengerjakan tugas saya selama berada disini. Esoknya saya bertemu orang yang berkepentingan dengan pekerjaan. Setelah selesai mengobrol dan membahas masalah pekerjaan saya menyempatkan mampir di salah satu desa tradisional di Lombok yaitu tepatnya di Desa Sukarara. Ada tempat untuk membeli oleh-oleh khas Lombok berupa sarung, kain tenun, udeng dsb dan juga kalian bisa mencoba pakaian adat lombok disini. Menariknya, juga ada warga sekitar yang menenun kain tradisional di pelataran depan lokasi. Bagi wisatawan yang ingin sekedar mencoba belajar menenun kain atau membeli sangat disarankan untuk mencobanya. Kapan lagi belajar menenun kain kalau sudah di Lobok hehe.

Pengalaman Perjalanan Bekerja dan Travelling di Lombok


Lanjut perjalanan saya menghampiri desa tradisional lagi di Lombok yaitu desa adat Sasak Sade. Tempat ini juga merupakan favorit para wisatawan yang bepergian di Lombok. Ketika membeli tiket masuk seharga 20ribu pengujung akan diberi penjelasan oleh warga lokal desa mengenai seluk beluk dan asal muasal desa setempat. Selanjutnya kita diajak berkeliling mengunjungi beberapa rumah adat serta memahami kearifan lokal setempat. Seiring berjalan banyak yang sering saya jumpai ketika mereka tersenyum ramah kepada pengujung yang datang. Dengan ramah mereka mempersilahkan masuk untuk melihat-lihat rumah mereka, menawarkan makanan/minuman dan lucunya banyak anak-anak warga yang ingin berfoto bersama wisatawan asing/lokal tetapi mereka sepertinya malu-malu. Wisatawan yang datang bagi mereka merupakan tamu yang dijunjung tinggi kedatangannya. Warga setempat sebagian besar memeluk agama islam. Tampak terlihat disekitaran sebuah masjid/musholla yang berdiri kokoh dengan arsitektur kuno, beratapkan kayu yang berumbai.

Pengalaman Perjalanan Bekerja dan Travelling di Lombok


Menyenangkan sekali berkunjung ke Desa Sasak Sade ini karena masyarakat yang ramah dalam memperkenalkan kearifan lokal yang mereka miliki kepada masyarakat yang datang ditambah suasana desa yang asri menjadikanya salah satu tempat yang layak untuk dikunjungi.

Berkunjung ke dua desa adat di Lombok membuat saya ingin mencicipi destinasi yang lainnya. Akhirnya saya menuju ke lokasi selanjutnya yaitu Pantai Sengigi yang terkenal eksotis di Lombok. Namun sayang sekali karena hujan dirasa cukup deras sehingga perjalanan kali ini sampai ke bibir pantai. Bapak sopir yang mengantar saya memutuskan untuk melihat pantai dari ketinggian. Dengan rasa penasaran saya mengiyakan ajakan bapak sopir. Perjalanan berkelok-kelok dan sedikit menanjak mengingatkan saya kepada jalan yang ada di kawasan payung Kota Batu namun disini terlihat landai dan tidak terlalu banyak menikung. Suasana hujan membuat perjalanan menjadi tidak membosankan walaupun terlihat banyak genangan air disepanjang kami melintas. Tak terasa mobil pun berhenti bapak sopir menunjukan kalau dikawasan ini adalah spot lain untuk melihat Pantai Sengigi. Wah, betul saja ketika saya keluar dari mobil, namapak cahaya pelangi menyapa kami. Tanpa sungkan lagi saya ambil handphone lalu mencoba memotret. Kata bapak sopir sangat beruntung kita dapat pelangi di Sengigi. Yah, walaupun tidak bisa mendekat ke pantai setidaknya saya mendapatkan pelangi yang indah. 

Wonderful Lombok Sumbawa | Cerita Perjalanan Bekerja dan Travelling di Lombok


Karena hari semakin sore saya pun bergegas meninggalkan Pantai Sengigi. Sembari kita berjalan nampak pelangi sudah mulai pudar mungkin baterainya habis ya hehe. Sebelum menuju lokasi lain saya ingin mampir ke tempat makan, maklum seharian kesana kemari perut sudah lapar. Dengan sigap bapak sopir menuntun ke spesialisnya makanan khas lombok. Siapa ayng tidak kenal makanan satu ini, yak tentu saja makanan tersebut adalah Ayam Taliwang. Wah, perut saya sudah tidak sabar ingin melahapnya hehe.

Kami mampir di rumah makan yang lumayan terkenal di daerah sini yaitu Lesehan Taliwang Irama. Lokasinya dekat pusat kota. Menurut info ada 2 cabang lesehan ini, yang sya kunjungi salah satunya yang tertua disini. Namun saya lupa nama jalannya dan harganya karena perut yang keroncongan membuat semuanya menjadi lupa hehe. Masakannya mantap recomended lah untuk yang mau ke Lombok. Keasyikan makan membuat saya ingin nambah porsi berhubung perut saya sudah overload akhirnya saya memesan lagi untuk dibawa ke penginapan.

Perut yang sudah kenyang membuat kami lebih bersemangat. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju ke sentral oleh-oleh khas lombok yaitu Sasaku. Sasaku bisa dibilang "joger" nya lombok, bila di bali ada Joger maka di lombok ada Sasaku. Di tempat lain mungkin ada semacam "Dagadu" di Jogjakarta dsb. Di Sasaku saya memebli beberapa item barang yang saya butuhkan seperti sandal, kaos dll tidak banyak saya membeli, tas saya sudah terlalu berat membawa perlengkapan dari Malang. Saya putuskan membeli seperlunya saja. Beberapa barang banyak dijual disini seperti kaos, gelang, sandal, gantungan kunci dll. Soal harga sangat bervariatif mulai dari yang terkecil 5ribu samapi yang ratusan ribu ada. 

Pengalaman Perjalanan Bekerja dan Travelling di Lombok


Menjelang maghrib, saya mulai melanjutkan perjalanan untuk kembali ke penginapan. Namapk di perjalanan bangunan - bangunan masjid terlihat megah dan besar. Namun ada satu masjid yang sangat besar dan terkenal disini. Saya tanya bapak sopir  beliau menjawab itu adalah Islamic Center Lombok. Sebuah tempat ibadah sekaligus menjadi pusat pendidikan islam yang paling besar di Lombok. Beberapa hari sebelumnya bapak sopir menginformasikan baru terselenggaranya acara MTQ ( Mushabaqoh Tilawatil Quran ) tingkat Asia Tenggara di tempat tersebut. Wih keren. Tapi sayangnya saya tidak sempat masuk karena hujan semakin terlihat deras dan keburu malam untuk munuju ke penginapan.

Setelah sampai sayapun beristirahat untuk melemaskan otot kaki yang sedari tadi berjalan seharian. Lagipula besok pagi saya harus bangun mengejar pesawat untuk kembali ke Malang. Lombok menjadikan kenangan yang berkesan bagi saya, kotanya yang sepi, penduduk ramah, nuansa islam begitu kental menjadikan hasrat untuk kembali ke sini sangat besar. Semoga ada kesempatan lain untuk datang ke tempat ini, mungkin dengan kwan, kerabat, saudara atau bahakan nanti kalau saya sudah beristri hehe.

Demikian cerita singkat perjalanan saya mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam kesempatan berikutnya saya akan sharing mengujungi daerah yang lain yang menarik wisatanya, kearifan lokalnya dan juga kulinernya. Bila berkenan bagikan tulisan ini ke teman atau saudara anda semoga menjadikan informasi ataupun meninspirasi perjalanan mereka, dan juga semoga kita selalu diberi kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan bersyukurlah atas semua yang diberikanNya.

Wassalamualaikum

M. Rohman Wijaya

November 3, 2017

Pengalaman Ranu Kumbolo 2400 Mdpl


Assalamualaikum . .


Seperti biasa saya menyapa pembaca semoga kesehatan tetap bersama kita sekalian. Amin.

Hari ini saya akan sharing pengalaman saya mengunjungi destinasi wisata terkenal di Jawa Timur yakni Ranu Kumbolo yang mempunyai ketinggian 2400 meter diatas permukaan laut. Ranu Kumbolo terletak di kota Lumajang atau lebih dikenal terletak di kaki Gunung Semeru. Perjalanan kali ini terkesan tidak direncanakan karena saya mendapat ajakan dari kawan saya sehari sebelum keberangkatan pada hari kamis malam. Sedangkan kita berangkat pada hari sabtu pagi, waktu yang singkat menjadikan logistik dan perbekalan menjadi kurang maksimal. Saya berangkat bersama kawan saya dan teman teman dari komunitas Green Alam Malang yang notabene berisikan orang-orang yang kenyang pengalaman mendaki gunung. Beranggotakan sekitar 13 orang kami berangkat menuju Ranu Kumbolo via Tumpang Malang. 

Perjalanan memakan waktu sekitar 1-2 jam dari pusat kota Malang kemudian kami beristirahat di Ranu Pane. Sekedar info per tanggal 1 Oktober 2017 wisatawan yang mendaki Gunung Semeru atau ke Ranu Kumbolo diharuskan mengurus tiket wisata melalui online karena pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) tidak melayani wisatawan yang tidak menggunakan sistem boking online dikarenakan membludaknya wisatawan yang berkunjung sehingga pihak pengelola membatasi kunjungan di tempat tersebut agar kawasan TNBTS menjadi lebih terkendali. Harga tiket berkisar 75ribu per-orang. Apabila sahabat ingin memboking tiket dan berkunjung ke kawasan ini silahkan memesan tiket di website resmi TNBTS disini dan membeli tiket satu minggu sebelum keberangkatan.


Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl
Green Alam Malang

Berangkat pagi dari Malang kami isitirahat di Pos Ranu Pane untuk mencari kopi, makan dan merebahkan badan sejenak setelah menempuh perjalanan panjang mengendarai kendaraan roda dua. Setelah dirasa cukup kami melanjutkan ke masuk untuk memarkir motor kami di sekitar kawasan. Harga parkir sekitar 10ribu permotor karena kami menginap semalam di Ranu Kumbolo. 


Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl
rehat perjalanan di Ranu Pane


Perjalanan kami mulai dengan memanjatkan doa bersama agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan sewaktu perjalanan. Melewati lebatnya semak-semak, sedikit licin karena hujan dan jalan yang menanjak sudah menyapa kami di awal perjalanan. Beban perbekalan yang lumayan berat membuat nafas mulai tersengal-sengal. Sesekali kami berisitirahat mengatur pernapasan dan meminum air yang kami bawa. Letihnya badan tidak dirasa terlalu berat karena di waktu perjalanan kami salaing bercanda satu sama lain sehingga perjalanan yang menanjak dan terjal mampu kita lewati bersama dengan menyenangkan. Sekedar info untuk menuju ke Ranu Kumbolo kita harus melewati beberapa 4 pos. Di setiap pos ada warung yang menyediakan makanan,kopi,air minum dsb beberapa wisatawan lokal maupun mancanegara juga terlihat lalu lalang di sekitaran pos. Sesekali mereka terlihat mengambil gambar dan bercengkrama dengan pendaki lain. Sayangnya saya tak menyempatkan mengambil gambar karena badan yang mulai capek lagipula waktu itu cuaca sedang gerimis.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali menuju pos-pos selanjutnya. Suasana dingin mulai menyelimuti kami. Diantara lebatnya hutan sesekali terdengar suara kicauan burung-burung yang masih nyaring berbunyi. Hijaunya dedaunan membuat mata menjadi segar dan suasana hati tenang jauh dari nuansa kebisingan kota penuh polusi udara. Perjalanan kami mulai berat karena medan yang didepan semakin sulit. Turunnya kabut dan rintikan hujan manambah hawa dingin. Tanjakan-tanjakan terjal semakin terlihat di depan mata kami. Berkata di dalam hati ya iyalah namanya juga gunung semakin nanjak semakin dingin hehehe. Namun karena dalam perjalanan sesekali bercanda, memutar musik, bernyanyi dengan kawan-kawan beban yang dirasa berat mengurangi rasa lelah yang hinggap pada kami.


Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl
Cak Nawi kawan kami menyempatkan beribadah di tengah perjalanan

Beberapa pos sudah kami lewati tidak terasa kami sebentar lagi sampai di Ranu Kumbolo. Papan penunjuk menyatakan kami telah tiba di kawasan Watu Rejeng 4,5KM sebelum Ranu Kumbolo. Dengan semangat kami mulai mempercepat langkah kami menuju lokasi sehingga bisa mendirikan tenda sehingga bisa istirahat. Semakin menuju ke kawasan danau, terlihat di samping kami danau yang besar di tengah ketinggian saat ini. Kami heran kenapa bisa ada danau di ketinggian mencapai 2400mdpl? Jawabnya mungkin pembaca sekalian ada yang mengetahui informasi tentang danau tersebut.

Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl
Sampai di Pos 3


Dengan suasana dingin semakin memuncak ditambah kabut dan hujan yang semakin deras akhirnya kami tiba di Ranu Kumbolo. Hujan yang deras membuat kami menunda membuka tenda menunggu hujan agak reda. Setelah dirasa sudah istirahat hujanpun semakin reda kami melanjutkan ke lokasi mendirikan tenda. Kami membawa 4 tenda, 2 berukuran besar dan 2 berukuran kecil. Beberapa orang juga terlihat buru-buru mendirikan tenda karena hujan turun semakin deras. Tenda yang kami dirikan saling berdekatan sehingga bisa menjadi "Ruang Keluarga" sementara. Kegiatan seperti mengobrol, makan bersama bisa kami lakukan dikarenakan tenda yang berjarak dekat. Setelah tenda semua sudah berdiri kami melanjutkan perbincangan kami ditemani hangatnya kopi. Perut yang sudah lapar membuat kawan kami membuat hidangan, menanak nasi, menyiapkan logistik yang sudah kami bawa daalm perjalanan tadi. 


Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl

Menatap jalan setapak , bertanya - tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda

Dewa 19 - Mahameru


Penggalan lagu dari Dewa 19 tadi merupakan gambaran yang cocok dalam melakukan perjalanan saya kali ini. Tenda menjadikan satu-satunya kehangatan kami disamping juga rasa kekeluargaan diantara kami juga menambah kehangatan yang luar biasa di antara kabut tebal yang beberapa kali menyapa kami. 


Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl

Sayangnya sewaktu di Ranu Kumbolo kami tidak bisa melihat sunrise karena matahari terhalang kabut. Menurut kawan kami bulan terbaik untuk datang ke sini adalah sekitaran Juli-Agustus karena matahari tepat berada ditengah-tengah bukit dan kabut masih belum terlalu tebal seperti saat ini.  Terlihat semacam prasasti atau tanda di beberapa titik di lokasi Ranu Kumbolo. Setelah saya hampiri ternyata adalah tempat dimana tenda/lokasi pendaki yang meninggal disini. Diberikan tanda tersebut untuk menghormati mereka yang sudah pernah disini. Sayapun memanjatkan doa untuk mereka semoga arwah mereka diterima disisi Tuhan. Sesekali saya menanyakan kenapa mereka sampai meninggal? Banyak yang menduga mereka mempunyai sakit sebelum pergi ke tempat ini. Setelah di tempat ini sakit mereka kambuh dan meniggal di tempat tersebut. Begitulah saya kurang informasi.

Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl

Setelah berkeliling sekitaran danau lau sarapan dan meminum kopi saya dan beberapa rombongan menyempatkan diri ke Tanjakan Cinta sebuah bukit yang merupakan jalaur menuju Gunung Semeru. Disana saya merasakan kekecewaan lagi karena bunga-bunga , savana yang terlihat di jalur menuju kesana terkesan kering. Jadi ketika mengambil gambar biasanya terlihat hamparan hijau kini terlihat gersang.


Wisata Lumajang | Ranu Kumbolo 2400 Mdpl
Tanjakan Cinta

Ranu Kumbolo menjadi salah satu pengalaman pertama saya. Sebelumnya saya tidak pernah mengunjungi tempat ini. Sempat akan diagendakan beberapa kali tetapi akhirnya gagal dalam situasi dan kondisi yang tidak tepat pada saat itu. Alam memberikan saya setiap pelajaran berharga. Sewaktu di sekolah dasar kita diajarkan sifat tenggang rasa, gotong royong, jujur dll. Saya anggap itu semua teori jarang orang mengaplikasikan nilai-nilai tersebut di tengah masayarakat. 

Namun hal itu tidak berlaku di gunung atau alam seperti ini. Nilai-nilai tersebut seolah sudah bukan menjadi teori, bagaimana kita saling gotong-royong mendirikan tenda, tenggang rasa satu sama lain, jujur ketika kita letih, bersikap sopan pada alam sekitar dsb. 

Menurut saya, alam adalah tempat terdekat pertemuan kita dengan Tuhan selain beribadah sepanjang waktu. Orang kuno dahulu sering bertapa di gunung yang tinggi, ditengah hujan, dingin dan lainnya. Mereka menganggap titik terdekat munuju Tuhan di bumi adalah gunung. Di Ranu Kumbolo tengah malam saya mengalami sendiri apa itu sunyaruri. Ketika semua semesta tertidur hanya ada saya, alam dan Tuhan yang tidak tidur. Tentu saja Tuhan tidak tidur. Akan tetapi dalam Sunyaruri keheningan yang kita rasakan adalah keheningan murni sebagai diri manusia sendiri akan kemana kita akan pergi, apa tujuan kita disini dan apa yang kita tuju. Wallahu Alam, Subhanallah . .

Dalam perjalanan saya kali ini menjadikan perjalaanan yang sangat berkesan. Terima kasih kepada Tuhan syukur tiada henti atas rahmat dan segalanya. Terima kasih kepada teman-teman Komunitas Green Alam Malang yang sudah sangat membantu dalam perjalanan kali ini. Terima kasih kepada Ranu Kumbolo atas indahnya dan terima kasih kepada para pembaca yang sudah menyempatkan membaca tulisan saya. Mudah-mudahan kesehatan selalu pada kalian agar suatu saat bisa berkunjung ke Ranu Kumbolo. Amin. 

Sampai jumpa di cerita selanjutnya
Wassalamualaikum

M. Rohman Wijaya

November 2, 2017

Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl

Assalamualaikum
Apa kabar kawan? Semoga tetap dalam keadaan sehat dan selamat. Amin .

Hari ini saya akan membagikan cerita saya mengunjungi salah satu destinasi menarik di Banyuwangi, Jawa Timur yaitu Kawah Ijen. Jarak Kawah Ijen dari pusat kota Banyuwangi adalah sekitar 50KM. Saya berangkat menuju Banyuwangi menggunakan transportasi kereta api. Harga tiket sekitar 60ribu sekali berangkat. Lama perjalanan dari kota Malang sekitar 7-8jam, berangkat jam 4 sore dan tiba di Stasiun Karangasem sekitar jam 12 malam. Saya turun di Stasiun Karangasem sebelum stasiun terakhir Ketapang. Kebetulan ada teman saya yang kerja di Banyuwangi,dia menjemput saya di Stasiun Karangasem dan memberi tumpangan untuk tidur. Untuk menuju Kawah Ijen stasiun yang paling dekat adalah Karangasem. Sewaktu perjalanan banyak ditemukan turis mancanegara yang hendak menuju Kawah Ijen sebagian dari mereka menuju ke Pulau Bali.


Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl

Setelah sampai di Banyuwangi saya beristirahat dulu di tempat teman saya lokasinya dekat pusat kota Banyuwangi.Esok paginya teman saya berangkat kerja sedangkan saya libur, waktu itu hari sabtu. Sembari menunggu teman saya pulang kerja saya menyiapkan beberapa perlengkapan untuk ke Kawah Ijen. Diantaranya jaket tebal,topi,sarung tangan,perbekalan,senter dll karena kami akan memuncaki kawahnya malam hari untuk melihat blue fire, yaitu api biru yang muncul di sela-sela bebatuan belerang maka dibutuhkan senter dan jaket tebal untuk menghangatkan tubuh. Malam hari kami berangkat bersama 1 orang kawan lagi total menjadi 3 orang berangkat dari pusat kota Banyuwangi kami menggunakan kendarran roda dua. Jarak tempuh yang lumayan jauh sekitar 1-2jam menuju lokasi Kawah Ijen. Di dalam perjalanan kami sedikit kesulitan karena waktu itu gerimis , berkabut dan kurangnya penerangan di perjalanan membuat kami agak sedikit hati-hati dalam berkendara. Di samping itu juga jalan yang menanjak dan berkelok-kelok dibutuhkan skill berkendara yang mumpuni.
Sesampainya di lokasi, ternyata pintu masuk Kawah ijen dibuka tepat jam 1 dini hari. Karena masih lama kami menunggu di sebuah warung kopi tepat di depan gerbang kawah ijen sekaligus menghangatkan diri mumpung ada api unggun hehe. Untuk tiket masuk berkisar diharga 10-15ribu dan 5ribu untuk parkir kendaraan roda dua.


Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl
para pendaki menunggu dibukanya pintu menuju kawah ijen

Akhirnya pendakian dimulai, pintu sudah dibuka oleh petugas. Sebelum berangkat kami berdoa bersama-sama mudah-mudahan diberi keselamtan dan kelancaran saat perjalanan. Sekedar info, jarak menuju kawah lumayan jauh dengan ketinggian mencapai 2400mdpl dengan kondisi jalan tanah padat agak sedikit berpasir. Estimasi waktu perjalanan sekitar 2 jam jalan kaki membuat kami ngos-ngosan. Bila tidak kuat kamipun istrirahat sedikit lalu melanjutkan perjalanan kembali. Gelapnya malam yang hanya di terangi cahaya bulan dan senter para pendaki membuat saya tidak maksimal untuk mendokumentasikan perjalanan kami. Mencoba sedikit mengambil gambar ternyata tidak tampak, gambar noise dimana-mana akhirnya saya urungkan dan melanjutkan perjalanan kami sampai ke kawahnya.

Memuncak di kawah ijen adalah pengalaman pertama saya ini juga dirasakan teman saya. Apalagi naik gunung di tengah malam membuat pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan bagi kami.Dingin, gelap, dan kurangnya penerangan membuat kami merasa senang,capek dan haru menjadi satu. Beberapa orang yang lewat menyemangati kami agar bisa cepat sampai di atas. Terlihat banyak orang tua yang mengajak anaknya yang masih kecil membuat kami bersemangat untuk menuju ke puncak kawah.

Setelah beberapa tanjakan kami lewati sampailah kita pada Kawah Ijen sekitar jam 3 pagi. Cahaya bulan adalah satu-satunya penerangan di sana. hawa dingin dan angin yang bertiup membuat keadaan semakin dingin membekukan darah-darah kami. Terlihat beberapa orang duduk-duduk memijat kaki mereka karena kecapekan. Lokasi blue fire masih mengharuskan kita untuk turun ke bawah tak banyak waktu kita bergegas menuruni sisi kawah. Sebagian orang menjajakan penyewaan untuk masker dikarenakan gas belerang di kawah sangat berbahaya bagi pernapasan kita sehingga bisa  mengakibatkan sesak napas bahkan sampai kematian. Harga sewa masker bervariasi sekitar 15-20ribu per masker. 

Menuruni kawah dengan bebatuan dan jalan yang sangat curam membuat kaki saya agak pegal. Posisi turun seperti ini lebih capek menurut saya daripada saat saya berada di tanjakan. Kaki yang mengerem di sepanjang jalur membuat kaki nampak kesemutan. Perjalanan ini banyak terdapat bule/turis mancanegara yang ikut turun ke bawah melihat blue fire. Konon blue fire semacam ini hanya ada 2 di dunia satunya lagi berada di Benua Antartika. Banyak orang dan antri ketika turun menjadikan suasana keakraban dan saling tolong menolong antara satu sama lain kian besar. Beberapa orang terpleset dan jatuh karena tidak hati-hati dalam mengambil langkah. Semakin ke bawah semakin bau belerang menyengat namun keberuntungan pada kami dikarenakan angin yang berhembus membawa asap belerang tidak mengarah kami bahakan menjauhi. 

Sesekali saya berpapasan dengan para penambang belerang yang memuat sekitar 70-80kg batu belerang dengan cara di gotong menggunakan keranjang kayu mirip penjual jajanan di pasar. Saya tanya berapa harga per-kg batu bila dijual? Bapak tersebut menjawab sekitar 700-800 rupiah per-kgnya. Bayangkan dengan beban seberat itu bapak-bapak tersebut masih kuat naik tutun kawah setiap hari walaupun bahaya gas belerang mengintai mereka namun perjuangan mereka bisa menjadi panutan dan inspirasi bagi kita agar kita tak gampang mengeluh dengan apa yang terjadi.

Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl
berfoto dengan penambang saat naik

Shubuh menjelang para wisatawan semakin banyak terlihat blue fire nampak cantik dari kejauhan. Kecapekan dan kaki yang tidak bisa dikendalikan saya pun duduk-duduk dan mencoba sesekali memotret yang ada dihadapan saya. 

Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl
asap belerang yang membahayakan

Shubuh sudah lewat, sedikit orang sedang melaksanakan sholat shubuh di kawasan kawah. Hari semakin terang dan semakin banyak wisatawan yang lalu-lalang di hadapan saya. Ada yang mau pulang dan ada yang baru datang. Semakin terang semakin Kawah Ijen terlihat cantik. Air kawah yang hijau biru, bebetuan belerang yang kuning, dinding tebing yang berwarna keabuan membuat nampak elegan dan cantik seperti layaknya di eropa hehe. Matahari sudah mulai terlihat dan saya tak sungkan lagi untuk berfoto ria disini. Sesekali drone lewat diatas saya yang dimiliki wisatawan membuat Kawah Ijen sepertinya lebih keren dipotret dari atas.

Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl
terlihat cantik

Oh iya karena tidak terlalu menuruni kawah saya tidak bisa mendokumentasikan blue fire. Minimnya cahaya dan kondisi kaki yang sudah pegal ditambah semakin dingin akhirnya saya mengurungkan niat untuk semakin kebawah menuruni kawah. Takutnya terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Sesampainya dari bawah kawah saya kembali ke atas untuk istirahat sejenak dan kembali pulang. Beberapa penambang batu belerang menjajakan batu belerang yang di bentuk rupa-rupa sehingga orang tertarik membelinya. Harganya berkisar 5-50ribu tergantung besar dan kecilnya batu belerangnya. Nampak juga dari kejauhan ada bonus pemandangan indah yang tidak bisa kami nikmati di perjalanan memuncak malam dini hari tadi. Setelah siang kembali ternyata disekeliling kawah banyak pemandangan indah dan spot foto yang keren. Tak banyak waktu kamipun selfie disini hehe.

Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl
cindera mata dari batu belerang


Pengalaman Memuncak Kawah Ijen Blue Fire 2400mdpl
negeri di atas awan 
Demikian setelah berhasil memuncak di 2400mdpl Kawah Ijen Banyuwangi saya senang dan bersyukur sudah bisa kesini, bagi kawan pembaca yang belum pernah kesini mari berkunjung ke destinasi yang satu ini dijamin tidak menyesal dan menjadi pengalaman yang seru bagi kalian. Ada satu lagi tetangga Kawah Ijen yaitu terletak di Bondowoso yang bernama Kawah Wurung. Ada padang savana yang keren disana, namun saya tidak sempat mampir ke Kawah Wurung dikarenakan terbatasnya waktu, jarak dan lokasi yang tidak memungkinkan.


Sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya mengunjungi tempat yang keren lainnya. Jaga kelestarian alam dan jangan membuang sampah sembarangan karena alam ini alam kita juga. Siapa lagi yang akan menjaganya kalau tidak dimulai dari diri sendiri.

Salam lestari
Wassalamualaikum . .

M. Rohman Wijaya


November 1, 2017

Traveling Nekat | Pengalaman Solo Touring, Berani ? Part 3 Gunung Bromo

Assalamualaikum . .

Hai sobat . .
Sudah lama nih nggak nulis , maklum kebanyakan urusan jadi belum ada waktu buat nge-blog

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya menjelajah kawasan TNBTS Bromo Tengger Semeru, kali ini saya mengunungi salah satu gunung yang ada di pulau jawa yaitu Gunung Bromo.

Traveling Nekat | Pengalaman Solo Touring, Berani ? Part 3 Gunung Bromo


Gunung Bromo merupakan gunung yang konon masih aktif hingga saat ini, untuk mencapai ke gunung ini saya berangkat melalui jalur Tumpang, Malang, oh ya ada jalur juga untuk mencapai gunung ini, yaitu melewati Nongkojaajr, Pasuruan atau Probolinggo.

Dengan tetap mengendarai motor kesayangan si Yamaha Vega, kali ini saya ditemani kakak saya dan temannya, kakak mengendarai Honda Supra Fit yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa menyerupai Trail/Odong-Odong, sedangkan temannya yang juga mekanik saya nih hhe mengendarai Honda C-70 , uedaan tenan . .

Untuk rute kali ini saya melewati jalur yang tidak umum, yaitu jalur jarakijo, jarakijo apa jalakijo ya saya lupa hehe, jadi lewat sisi barat Bromo, cmiiw.

Jalur ini lumayan Offroad, ada banyak lumut,pasir,bebatuan,jalan berlobang, naik turun,sedikit jalan mulus, dsb melewati jalur ini sangat memacu adrenalin, dibutuhkan skill diatas rata2 pemotor juga nih hehe

Oke lanjut, pengalaman melewati jalur ini lumayan berat haha maklum masih pemula seperti saya ini agak kaget dengan kondisi jalan tidak umum. Mengendalikan motor layaknya crosser2 tangguh, dan sesakali terjatuh hehe tapi so happy, menyenangkan sekali. Sempat ciut nyali ketika ada jalan yang sangat tidak layak untuk dilewati, tapi melihat Cak Nawi yang mengendarai Honda C-70 dengan enjoy sekali melewati rute kali ini, akhirnya dengan semangat saya gas terus, masak kalah sama honda lawas ini gumamku haha

Akhirnya setelah hampir sampai , kami berhenti untuk istirahat sejenak , sekalian nemu spot yang bagus untuk foto2 , wah pemandangan sangat bagus tersaji disini, yah bisa dibilang anti mainstream lah, biasanya orang kan foto di sekitar Penanjakan, Lautan Pasir, tapi ini kami ada di sisi lain Bromo, wah so excited . .

Traveling Nekat | Pengalaman Solo Touring, Berani ? Part 3 Gunung Bromo


Kami lanjutkan perjalanan setelah foto2 dan rehat , rute selajutnya kami akan menuruni jalan untuk menuju kebawah menuju ke lautan pasir bromo. Disisi ini jarang ada orang lewat sesekali orang yang berkebun atau pencari rumput, sesekali juga pengunjung, mungkin mereka lewat Pasuruan/Probolinggo kurang tahu juga, tujuan kami berikutnya untuk mengunjungi salah satu tempat ibadah yang terdapat di kawasan bromo ini. Nama tempatnya kalau saya tidak salah adalah Widodaren, konon kata penduduk sini Widodaren adalah salah satu tempat pertapaan salah satu Ratu/Putri dari Kerajaan terdahulu untuk mencari ketenangan batin.



Traveling Nekat | Pengalaman Solo Touring, Berani ? Part 3 Gunung Bromo


Sesampai di lautan pasir kami berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dan sejenak istirahat, kami sampai disini sekitar jam 11-12 siang. Duduk di kawasan ini rasanya aneh karena matahari terik yang panas ada diatas kami tetapi hawa sekitar yang dingin membuat suhu badan galau haha


Salam Adventure !