December 11, 2018

Coban Talun Yang Terus Berbenah

Salah satu spot wisata yang terus menunjukkan perkembangannya sampai saat ini. Coban Talun dulu adalah wisata yang sempat terabaikan dan terkesan "kalah" dengan pesaingnya seperti Selecta. Belum lagi banyak Coban-coban yang terkenal di Kota Wisata Batu selain Coban Talun. Namun, tahun demi tahun tempat wisata ini terus berbenah dengan menujukkan perkembangan yang signifikan.

Coban Talun Yang Terus Berbenah


Coban Talun adalah salah satu tujuan wisata di Kota Wisata Batu, Malang. Posisinya hanya sekitar 3 KM dari Selecta, tujuan wisata. Akses menuju Coban Talun mudah dijangkau, dengan berkendaraan dari Kota Wisata Batu hanya sekitar 10 menit. Coban Talun sendiri berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Harga tiket masuknya sekitar Rp.10.000-15.000 per orang include parkir kendaraan roda dua. Pengunjung bisa memarkir kendaraannya di dalam kawasan wisata. Dengan berjalan kaki pengunjung akan menempuh jarak dari lokasi parkir menuju Coban Talun mencapai kurang lebih 1KM. Segarnya alam pegunungan akan menemani pengunjung untuk mencapai lokasi air terjun tersebut.

Tidak hanya keindahan air terjun, wana wisata Coban Talun juga menghadirkan spot baru yang menarik yakni Apache Camp dan Pagupon Camp. Apache Camp sendiri merupakan spot wisata bertemakan kampung indian berikut suku apache. Sedangkan Pagupon Camp merupakan spot foto bagi pengunjung. Sayangnya, untuk masuk area pagupon camp  dan apache camp pengunjung harus membayar lagi tiket sebesar Rp. 5000.

Coban Talun Yang Terus Berbenah


Saya sendiri lebih suka untuk menikmati wisata alam di sekitaran Coban Talun daripada berselfie ria di kawasan spot lainnya. Air bening yang mengalir deras dan dingin menjadikan saya betah berlama-lama di tempat ini.

Semakin bertambahnya tahun nampaknya para investor mulai berdatangan dan menjalin kerjasama untuk membuat beberapa wisata yang ada di Kota Wisata Batu menjadi lebih terawat sekaligus menjadi daya tarik pagi para wisatawan. Terbukti dengan meningkatnya perbaikan di kawasan Coban Talun ini dan mungkin beberapa spot wisata yang lainnya.

Harapan selanjutnya adalah dengan meningkatnya perbaikan di sektor pariwisata, akan berimbang dengan pendapatan sektor ekonomi penduduk sekitarnya. begitu juga para pengunjung akan merasa nyaman, begitu pula pengelola lokasi wisata. Namun terkadang di tempat wisata masih banyak para pengunjung yang tidak mengindahkan peraturan di beberapa lokasi wisata. Terbukti masih banyaknya pengujung yang masih membuang sampah di sembarang tempat.

December 10, 2018

Taman Safari 2 Prigen, Safari Park Terbesar di Asia?

Taman Safari Prigen yang berjarak kurang lebih 50 kilometer dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan sekitar 45 kilometer dari Kota Malang terletak di lereng Gunung Arjuno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. 

Taman Safari 2 Prigen, Safari Park Terbesar di Asia?


Memiliki luas kurang lebih 250 hektar, beberapa spesies hewan dan berbagai macam wahana yang konon terbaik di Indonesia. Suasana alam yang asri, rimbun dan fasilitas lain yang mencakup 250 hektar menjadikan Taman Safari Prigen sebagai Taman Safari terbesar di Asia.Wow.

Bila kita mengambil rute dari arah Malang menuju Surabaya tentunya kita sempat melewati gerbang dengan dua gading berukuran besar yang terletak di tepi ruas jalan. Tanda itu merupakan gerbang pintu masuk Taman Safari Prigen. Namun, itu bukan pintu loket utaama untuk pembelian tiket masuk. Loket pembelian tiket masuk masih terletak sekitar 6KM dari pintu utama Taman Safari.

Harga tiket masuk bervariasi mulai dari Rp.80.000 s/d Rp.135.000 tergantung paket yang kita pilih. Sedangkan untuk wisatawan asing rentan harganya berkisar antara Rp.160.000 - Rp.210.000. Untuk lebih jelasnya simak gambar dibawah ini sesuai info yang tertera di website resminya Harga Promo Taman Safari . ( harga tahun 2018 )

Taman Safari 2 Prigen, Safari Park Terbesar di Asia?

Untuk pengunjung yang tidak menggunakan roda 4 sebagai alat transportasi, pihak Taman Safari Prigen sudah menyediakan Bus Safari sebagai akomodasi menuju ke dalam lokasi dan tentunya untuk melihat satwa-satwa yang ada di dalamnya.

Uniknya, ketika kami mengambil foto satwa dan memberi makan rusa dengan wortel, beberapa gerombolan rusa menghampiri kami utnuk meminta makanan. Namun, ketika petugas datang beberapa rusa terlihat semburat berlarian ketakutan. Why?

Berlanjut ke dalam tulisan, ini adalah pengalaman kedua kalinya mengunjungi Taman Safari Prigen. Pertama kali ke tempat ini tahun 2012. Melihat perkembangannya, Taman Safari Prigen semakin tahun tempat ini semakin dikembangkan dengan adanya penambahan satwa dan wahana yang menarik agar pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. 

Musim liburan sekolah ataupun weekend menjadikan tempat ini ramai didatangi pengunjung melebihi hari biasa. Saran saya, datanglah berkunjung pada hari-hari biasa agar lebih enjoy melihat satwa sekaligus menghindari berdesakan dengan pengunjung lain bila ingin mencoba wahana atau atraksi hewan.

Yang menarik tentunya atraksi hewan yang paling ramai dan digemari pengujung yakni atraksi dari lumba-lumba yang memainkan pertunjukan di dalam sebuah akuarium besar. Bila ingin melihat pertunjuka lumba-lumba jangan lupa untuk mengingat jadwal acaranya yang sudah tertulis di peta lokasi ketika kita membeli tiket masuk. Pada map tersebut, pengunjung akan diberitahu garis besar wahana,lokasi wahana dan sebagainya. Sehingga pengunjung tidak merasa bingung ketika berada di dalam lokasi.

Taman Safari 2 Prigen, Safari Park Terbesar di Asia?


Lokasi Taman Safari Prigen ini memang sangat besar. Mulai pagi hingga menjelang sore kami tidak sempat untuk menjelajahi semua tempat. Karena terbatasnya waktu yang semakin gelap memaksa kami harus keluar lebih cepat. Berjalan menyusuri beberapa wahana dan spot-spot yang ada membuat kami semua seakan kehabisan nafas. 

Taman Safari Prigen sangat dianjurkan sebagai wahana informasi yang edukatif khususnya bagi anak-anak usia dini yang ingin mengenal lebih dalam mengenai spesies hewan. Sarana yang lengkap, kebersihan yang terjaga, tempat yang asri dan rimbun aganya sebanding dengan harga yang ditawarkan.

Tertarik?

December 7, 2018

Goa Tetes - Bonus Tumpak Sewu Lumajang

Berwisata di Tumpak Sewu Lumajang beberapa pengunjung juga akan disuguhkan keunikan dari Goa Tetes. Tepat sekali, Goa Tetes masih berada di satu komplek dengan Air Terjun Tumpak Sewu.

Goa Tetes - Bonus Tumpak Sewu Lumajang


Baca juga : Tumpak Sewu

Jika Coban Sewu merupakan aliran sungai yang terpotong oleh tebing sehingga membuat menjadi air terjun / coban. Obyek ini berupa goa yang tidak pernah berhenti meneteskan air walaupun di musim hujan. Masyarakat sekitar menamakan-nya Goa Tetes. Gua Tetes ini berada sekitar 1 km dari Coban sewu ke arah selatan mengikuti aliran sungai. Goa Tetes ini dikelola oleh masyarakat Lumajang. Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi-nya dapat langsung ke pintu masuk utama setelah Coban Sewu. Bagi yang datang dari arah Lumajang anda akan menemui pintu masuk Goa Tetes.

Goa Tetes sendiri merupakan Goa yang terbentuk akibat karstifikasi batu gamping. Sehingga membentuk goa dan rongga rongga di bebatuan. Batu gamping ini berasal dari pengangkatan batuan gamping Formasi Wonosari. Proses air tanah yang melarutkan batu gamping inilah yang membuat aliran air di Goa Tetes tidak pernah surut. Aliran air tanah ini kemudian melarutkan zat kapur dan mengendapkannya di batuan lainnya. Beberapa akar pohon dan tanaman di sekitar aliran gua Tetes berubah menjadi keras akibat dari pengendapan batu kapur ini. Obyek wisata yang berbeda dibandingkan dengan Coban Sewu yang berada di batuan vulkanik yang terpotong oleh tebing.


"Goa Tetes ini memiliki kurang lebih 2 gua yang tiap detik meneteskan air dan menjadi aliran air"


Untuk memasuki obyek ini kami mengarungi aliran sungai. Aliran sungai ini juga digunakan untuk rafting dengan menggunakan ban. Sehingga anda akan merasakan aliran sungai dengan menaiki ban. Jalan yang digunakan berupa jalan setapak di sisi aliran sungai. Sepanjang perjalanan anda akan melihat tebing - tebing yang membatasi aliran sungai. selain itu juga banyak bermunculan sumber air tanah yang berbentuk air terjun di kedua sisi aliran sungai.

Setelah kurang lebih 500 m berjalan anda akan menemukan pos selanjutnya. Pos ini merupakan pos masuk bagi pengunjung dari pintu masuk dari Coban sewu yang akan masuk ke Goa Tetes begitupun sebaliknya dari Goa Tetes menuju coban sewu. Untuk masuk pengunjung dikenakan tarif 5 ribu rupiah.

Setelah itu dibagian bawah dari sumber air Goa Tetes anda akan menemukan kolam kecil yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Kolam ini tidak terlalu luas dan dalam. Beberapa pengunjung menikmati dengan berenang di kolam ini. warna air yang jernih dan bersih menjadi daya tarik untuk mencoba kolam ini. Saya akhirnya tergoda untuk sekedar berenang mengikuti mata air ini. Aliran sungai cukup deras karena berasal dari aliran mata air gua tetes. Bagi yang capek dan letih berjalan berenang dapat menyegarkan anda. di sekitar ini juga terdapat gubuk kecil untuk sekedar beristirahat. 

Untuk pengujung jangan lupa untuk mampir ke Goa Tetes ini karena masih berada di area Tumpak Sewu dan keunikannya yang jarang ditemui di tempat lain.

credit : http://arek-jagalan.blogspot.com/

Tumpak Sewu Lumajang "Niagara Indonesia"

Bila kita berkunjung ke suatu daerah selain untuk keperluan pribadi pasti di benak kita akan berpikir untuk mencari objek wisata di daerah tersebut. Topik bahasan kali ini saya akan mengunjungi salah satu daerah di Jawa Timur tepatnya adalah Kabupaten Lumajang. Kali ini saya tidak sendiri saya ditemani teman saya sesama penggemar travelling.

Tumpak Sewu Lumajang "Niagara Indonesia"

Salah satu obyek yang mulai terkenal disana yaitu Wisata Air Terjun Coban Sewu / Tumpak Sewu / Air Terjun Seribu di Ampelgading Kabupaten Malang terutama setelah diliput oleh team My Trip My Adventure. Obyek wisata ini sebenarnya berada di batas 2 Kabupaten yaitu Kabupaten malang dan kabupaten Lumajang. Nama Coban Sewu sendiri dinamakan oleh warga Kabupaten Malang sedangkan Tumpak sewu dinamakan oleh warga Kabupaten Lumajang. Lokasi ini dekat dengan jalan lintas selatan Malang Lumajang.

Bagi yang berangkat melalui Kota Malang dapat ditempuh melalui jalan darat ke arah Kecamatan Turen kemudian berbelok ke arah timur menuju Kecamatan Dampit hingga ke arah Lumajang. sedangkan bila dari Lumajang / Jember maka ambil jalan yang ke arah Kota Malang melalui lintas selatan. Lama perjalanan dari Kota Malang sekitar 2 hingga 3 jam dengan berkendara kecepatan 40 - 60 km jam.

Coban Sewu merupakan aliran air sungai dari kaki Gunung Semeru yang mengalir ke arah selatan dan berakhir di Laut Selatan. Pada musim hujan aliran sungai ini membawa material vulkanik gunung Semeru yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Coban Sewu ini terletak di tebing yang memotong aliran sungai sehingga menghasilkan banyak air terjun. selain dari aliran sungai , air ini juga berasal dari aliran air tanah yang terpotong oleh tebing sehingga keluar sebagai mata air. Mata air ini keluar diantara batuan vulkanik yang terbentuk akibat endapan Gunung Semeru. Gabungan Mata air tanah dan aliran sungai membuat Coban sewu terlihat memiliki banyak air terjun.

Jalan menuju obyek wisata ini sangat baik karena merupakan jalan utama poros Lintas Selatan Malang - Lumajang. walaupun begitu kontur yang terjal dan banyaknya bukit membuat pengendara harus berhati hati. salah satu ciri lintas selatan pulau jawa yaitu jalan yang berkelok kelok dan tikungan yang tajam. Tidak jarang ditemui truk truk besar yang berhenti karena menyerah melewati jalan ini.

Pintu masuk ke obyek ini ada dua pintu yaitu dari Lumajang dan Malang. Dari Lumajang wisatawan akan melewati Gua Tetes terlebih dahulu sedangkan dari Malang langsung menuju ke Coban sewu. Dari jalan utama obyek wisata ini kurang lebih berjarak 500 m. Dari arah Malang anda akan menemukan baliho yang memberikan info pintu masuk Coban Sewu. Setelah itu anda akan masuk ke arah perkampungan warga. Jalan ini cukup baik dengan kualitas beton. kurang lebih 500 meter anda akan menemukan kawasan parkir beserta pintu masuk lokasi wisata ini. Pengunjung yang ingin masuk diarahkan parkir di tempat ini. Selain itu di sini juga terdapat fasilitas seperti warung makan, toilet dan musholla.

Tumpak Sewu Lumajang "Niagara Indonesia"

Harga tiket pintu masuk coban sewu seharga 5 ribu rupiah ( harga tahun 2016 ). Wisata Coban Sewu tidak dianjurkan untuk anak -anak dan orang tua karena medan lokasi yang amat susah. jalan menuju loksai ini kira kira 200 meter kearah sungai.Di sekitar jalan setapak dijumpai banyak kebun kayu sengon salah satu pohon kayu yang banyak ditanam penduduk malang sebagai investasi. Setelah berjalan sekitar 200 meter anda akan jurang terjal yang menjadi jalan ke arah sungai dan Coban sewu.

Jalan setapak ini berubah menjadi tangga dari kayu yang diikat dengan rotan dan tali tambang. diperlukan kehati hatian dan fisik yang prima untuk melalui jalan ini. Tidak disarankan bagi penderita penyakit Jantung untuk ke tempat ini. diperlukan kehati hatian dan pegangan yang kuat di angga karena wisatawan langsung turun 90 derajat dari atas tebing. batas maksimal di tiap tangga sebanyak 5 orang. terkadang pengunjung harus bergantian untuk turun naik.

Kurang lebih ada 5 tangga turunan yang dilalui untuk turun ke Coban Sewu dan kurang lebih 200 meter tinggi tebing. setelah kurang lebih 1 jam akhirnya dapat turun di aliran sungai Coban Sewu. Pengunjung berjalan lagi ke arah utara melawan arus sungai untuk menuju lokasi coban Sewu kurang lebih 500 m. Keindahan lokasi Coban Sewu tidak dapat diungkapkan dengan kata kata. Hanya dua kata yang bisa menggambarkannya yaitu LUAR BIASA. Tidak percuma perjuangan turun tangga dan tebing dinding yang terjal untuk menggantikan pemandangan Coban Sewu.

Bagi yang hobi dengan adrenalin Tumpak Sewu ini cocok untuk dikunjungi, selain dari pemandangan air terjunnya yang eksotis dan hawa sekitar yang lumayan sejuk.

credit : http://arek-jagalan.blogspot.com

December 6, 2018

Liburan Akhir Tahun di Bali, Masih Menarik ?

Bali merupakan destinasi favorit wisatawan lokal maupun asing. Keindahan alam Bali merupakan magnet yang kuat bagi para pengujungnya. Sebut saja Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Lovina, Danau Bratan, Wisata Ubud dan masih banyak lainnya. Hal inilah yang menjadikan Bali sebagai destinasi pilihan utama kunjungan wisata Internasional.

Liburan Akhir Tahun di Bali, Masih Menarik ?



Liburan akhir tahun bersama teman atau keluarga di Bali tentunya sangat menyenangkan. Wisata alam,kuliner,shopping yang beragam bisa menjadi alternatif pilihan. Di sisi lain tentunya akan banyak kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru dunia sehingga Bali akan menjadi padat. Kendala lain adalah soal biaya karena musim liburan kemungkinan lonjakan harga tiket transportasi menuju Bali akan naik secara signifikan.

Namun, hal itu tidaklah menjadi kendala apabila sudah merencanakan liburan ini jauh hari sebelumnya.

Bila masih awam dan belum pernah berkunjung ke Bali, tentunya akan bingung pilihan wisata mana yang akan dikunjungi. Sesuai pengalaman pernah mengunjungi Bali beberapa tahun lalu, berikut daftar tempat wisata di Bali yang mungkin menjadi opsi pada liburan akhir tahun kali ini.

1. Pantai Kuta

Iya siapa yang tidak tahu Pantai Kuta atau bisa juga disebut Pantai Matahari Terbenam adalah merupakan tempat favorit masyarakat sejak era 1970an. Senja yang terkenal eksotis, dekat dengan spot perbelanjaan, kios-kios makanan atau minuman ditambah ramainya wisatawan yang hilir mudik dari berbagai negara, akan menjadi pilihan yang menarik menikmati malam tahun baru di pantai ini.

2. Pantai Pandawa

Pantai Pandawa atau masyarakat biasanya menyebut Pantai Rahasia terletak di ujung selatan Pulau Bali. Pantai ini tergolong masih baru dan alami. Pasir yang berwarna putih dan air laut hijau kombinasi biru menjadikan pantai pandawa tampak cantik. Beberapa olahraga air juga bisa dicoba di pantai ini, namun dengan membayar ongkos jasa sewa karena tidak disediakan gratis.

3. Desa Adat Panglipuran

Bagi yang bosan dengan pantai karena Bali memang banyak terdapat pantai mungkin suasana Desa Adat Panglipuran bisa menjadi alternatif wisata. Desa Panglipuran adalah salah satu desa yang masih menjaga kelestarian adat dan budaya hingga saat ini. Tak heran karena konsistensinya menjaga kelestariaan alam desa ini menjadi salah satu daya tarik wisata favorit.

4. Kuburan Trunyan

Ingin liburanmu anti mainstream dan unik? Kuburan Trunyan mungkin bisa menjadi pilihan. Lokasinya berada di daerah Kintamani di dekat Danau Batur dengan suasana yang dingin dan asri. Apa yang menjadi berbeda dari tempat ini adalah makam / kuburan yang tidak biasa dari makam lain. Makam disini jenazahnya dibiarkan begitu saja namun tidak berbau karena terdapat pohon besar yang dsebut Taru Menyan. Bila ingin lebih jelas mugkin bisa menyimak postingan di Kuburan Trunyan Bali.

Bali merupakan surganya tempat wisata, banyak tempat wisata yang belum saya kunjungi. Namun sebagian di atas adalah tempat yang populer di Bali. Masih banyak tempat lain yang mungkin bisa dijadikan destinasi wisata akhir tahun seperti Nusa Penida, Desa Ubud, Danau Beratan,Pura Besakih dsb.

Akhir tahun mungkin banyak orang menghabiskan liburannya ke wisata lokal yang terdekat dari rumah atau kota sekitar yang semakin hari semakin menunjukkan perkembangan yang begitu pesat ataupun hanya di rumah bercengkrama menghabisan waktu dengan keluarga. Lagipula akhir tahun kemungkinan cuaca kurang bersahabat dikarenakan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Pertanyaanya di akhir tahun 2018, pilihan liburan ke Bali apakah masih menarik ?

Masih !!

November 22, 2018

Kota Malang Minim Objek Wisata?

Kota Malang Minim Objek Wisata, Hanya Kampung Warna-Warni Jodipan?


Kota Malang merupakan tempat tujuan wisata yang banyak menyedot antusias wisawan domestik maupun luar negeri. Namun, belakangan ini Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi objek wisata yang paling ramai dikunjungi di Kota Malang.

Lain halnya dengan Kabupaten Malang yang banyak sekali ditemukan pantai-pantai,coban atau air terjun dsb. Dalam hal ini, Kota Malang hanya sedikit mempunyai objek wisata. Beberapa tenggelam karena sudah dianggap kurang menjual dan kurang terawat. Kota Malang dahulu punya tempat wahana rekreasi keluarga sebut saja, Senaputra, Taman Wisata Rakyat ( Tawira ) sekarang berubah menjadi Taman Rekreasi Kota ( Tarekot ), Splendid Pasar Burung, dsb.

Adanya Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi pilihan dan sekaligus pengobat rindu akan hadirnya tempat wisata di Kota Malang. Belakangan juga sedang dikonsep tempat wisata baru layaknya Kampung Warna Warni Jodipan yakni Kampung Biru yang terletak bersebelahan dengan Kampung Warna Warni Jodipan.

Alun-Alun Kota Malang juga merupakan objek wisata yang sudah diperbaharui oleh pemerintah setempat. Kita juga bisa melihat bangunan kuno bekas kolonial di dekatnya yakni Gereja Immanuel yang letaknya bersebelahan dengan Masjid Agung Jamik Malang. Agak bergeser yang masih di seputaran Alun Alun Malang juga terdapat Gereja Kathedral Kayutangan, di depannya juga terdapat Toko Oen yang terkenal karena sudah ada sejak jaman dahulu.

Tak jauh dari alun-alun kita juga bisa mengunjungi alun alun yang lainnya yakni Alun-Alun Tugu, warga setempat biasa menyebutnya dengan Alun-Alun Bunder. Di tempat ini kita akan disuguhkan dengan Monumen Tugu yang dibangun era kepemimpinan Bung Karno sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kota Malang dengan hadirnya gedung-gedung pemerintahan seperti Balai Kota Malang, Gedung DPRD Kota Malang dan beberapa Sekolah Menengah Atas.

Banyak pengunjung biasanya meluangkan waktu pada sore hari dan malam hari untuk menikmati suasana di tempat ini. Umumnya beberapa warga dari kota lain yang baru datang melalui Stasiun Kota Baru yang letaknya segaris dengan Alun-Alun Tugu sendiri. 

Kota Malang sendiri merupakan salah satu kota yang besar pada jaman kolonial dahulu. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak bangunan-bangunan jaman kolonial yang tersebar di berbagai penjuru sudut kota. Salah satunya yang terbesar adalah di kawasan Idjen Boulevard yang saat ini digunakan untuk kegiatan Car Free Day dan Pasar Minggu. 

Apabila ingin berbelanja jangan khawatir di Kota Malang sendiri juga banyak terdapat beberapa Mall dan pusat perbelanjaan yang dibangun. Salah satunya yang terkenal adalah Malang Town's Square, Mall Olypic Garden, dan Malang City Point. Letaknya juga tak jauh dari pusat kota.

Kota Malang tidak hanya identik dengan Kampung Warna Warni Jodipan. Masih banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Beberapa tempat mungkin masih kurang terawat oleh pemerintah setempat, namun banyak juga destinasi wisata yang terawat dan masih terjaga nilai sejarahnya.

Malang Nominor Sursum Moveor
Malang Namaku Maju Tujuanku

November 18, 2018

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya


Pantai Pulang Sawal (Pantai Indrayanti) atau disingkat dengan Pantai Pulsa adalah salah satu pantai yang menarik dan eksotis berada di Dusun Ngasem, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi Pantai Indrayanti, Kabupaten Gunungkidul terletak tepat di sisi timur Pantai Sundak. Keduanya dibatasi oleh perbukitan karang. Pantai Indarayati menawarkan keindahan panorama yang unik dibanding pantai-pantai lain di Gunungkidul.

Awalnya, pantai ini dikenal dengan Pantai Indrayanti. Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak kontroversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Sawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Saawal. Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor, sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah. Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya

Pantai Indrayanti terletak bersebelahan dengan Pantai Sundak tepatnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupatan Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau ditempuh dari Yogyakarta pantai ini berjarak lebih dari 70 km dengan waktu sekitar 2 jam.

Jika menggunakan kendaraan umum memakai bus jurusan Yogya – Wonosari sebesar Rp.7.000,- turun di terminal kemudian mencari angkutan ke Panti Indrayanti. Apabila menggunakan kendaraan pribadi : Dari Yogyakarta anda bisa melewati jalut Jalan Imogiri Barat – Panggang – Saptosari – Pantai Baron – Pantai Kukup – Tepus – Pantai Krakal – Pantai Indrayanti. Namun bisa juga Dari Yogyakarta langsung ke kota Wonosari setelah itu anda akan menemukan penunjuk arah ke pantai Indrayanti. Jarak loket retribusi dengan pantai Indrayanti 9 km.

Untuk menuju Pantai Indrayanti Kabupaten Gunungkidul, perjalanan terbilang mudah karena jalan telah beraspal halus. Tetapi Anda tetap disarankan untuk membawa kendaraan sendiri atau menyewa kendaraan, sebab dari pusat Kota Yogyakarta masih belum tersedia angkutan umum.

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya
Pantai Sundak
Apabila ingin menjelajahi Gunung Kidul jangan lupa untuk mengunjungi pantai-pantai yang ada di daerah ini. Selain dari Pantai Indrayanti, Gunung Kidul juga mempunyai pnatai-pantai yang lain yang tak kalah eksotis dan masih terlihat bersih dan terawat. Diantaranya adalah Pantai Siung, Pantai Pok Tunggal, Pantai Sundak, Pantai Krakal, Pantai Baron dan masih banyak yang lainnya.

Beberapa sumber disadur dari Wikipedia dan njogja.co.id.
Foto Dokumentasi pribadi.

Masjid Menara Kudus | Akulturasi Hindu-Buddha-Islam

Masjid Menara Kudus | Akulturasi Hindu-Buddha-Islam

Masjid Menara Kudus adalah masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus sejak tahun 1549 Masehi (956 Hijriah). Lokasi saat ini berada di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ada keunikan dari masjid ini karena memiliki menara yang serupa bangunan candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Buddha sehingga menunjukkan terjadinya proses akulturasi dalam pengislaman Jawa.

Sehari-hari, peziarah berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus ziarah ke makam Sunan Kudus yang terletak di sisi barat kompleks masjid. Selain itu, masjid ini menjadi pusat keramaian pada Festival Dhandhanganyang diadakan warga Kudus untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Uniknya Menara Kudus memiliki ketinggian 18 meter dengan bagian dasar berukuran 10 x 10 m. Di sekeliling bangunan dihias dengan piring-piring bergambar yang kesemuanya berjumlah 32 buah. Dua puluh buah di antaranya berwarna biru serta berlukiskan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sementara itu, 12 buah lainnya berwarna merah putih berlukiskan kembang. Di dalam menara terdapat tangga yang terbuat dari kayu jati yang mungkin dibuat pada tahun 1895 M. Bangunan dan hiasannya jelas menunjukkan adanya hubungan dengan kesenian Hindu Jawa karena bangunan Menara Kudus itu terdiri dari 3 bagian: (1) kaki, (2) badan, dan (3) puncak bangunan. Menara ini dihiasi pula antefiks (hiasan yang menyerupai bukit kecil).

Kaki dan badan menara dibangun dan diukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Ciri lainnya bisa dilihat pada penggunaan material batu bata yang dipasang tanpa perekat semen. Teknik konstruksi tradisional Jawa juga dapat dilihat pada bagian kepala menara yang berbentuk suatu bangunan berkonstruksi kayu jati dengan empat batang saka guru yang menopang dua tumpuk atap tajug.

Pada bagian puncak atap tajug terdapat semacam mustaka (kepala) seperti pada puncak atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional di Jawa yang jelas merujuk pada unsur arsitektur Jawa-Hindu

Masjid Menara Kudus | Akulturasi Hindu-Buddha-Islam
gerbang menuju makam Sunan Kudus
Di dalam komplek Masjid Menara Kudus juga terdapat makam salah satu Wali Songo yakni Sunan Kudus dan beberapa sanak kerabatnya juga dimakamkan di tempat ini. Sunan Kudus merupakan salah satu wali yang dikenal alim dan mempunyai ilmu kebatinan tingkat tinggi. Tak heran banyak peziarah yang datang setiap harinya di makam untuk mendoakan beliau. Kepadatan para peziarah dari seluruh penjuru negeri membuat ekonomi penduduk sekitar semakin meningkat. Terbukti dengan adanya toko-toko yang berjualan aneka macam aksesori Islami muali dari jilbab,tasbih,alat perangkat sholat dsb.

Beberapa kutipan sejarah disalin dari Wikipedia.

November 17, 2018

Menikmati Secangkir Kopi di "Surga"

Dikisahkan pada suatu masa di surga yang tenang dan begitu indah, Cak Nun bercengkrama dengan beberapa orang diantaranya beliau adalah Bung Karno, Gus Dur, Gus Mus, dan beberapa orang lainnya.

Menikmati Secangkir Kopi di "Surga"


Sembari menikmati kopi panas dan sajian pisang goreng, tampaknya mereka tidak sedang berdiskusi topik apapun hanya guyonan khas mereka yang saya dengarkan. 

Oh iya, saya ceritanya menjadi tukang bikin kopi semacam office boy disini hehe, Cak Nun bilang waktu itu ketemu saya di gerbang antara neraka dan surga, keliahatan bingung, Cak Nun akhirnya mengajak saya ke surga.

"timbang suwung awakmu ndek kene ae gaekno aku kopi" ujar Cak Nun saat itu

Ketika saya sedang bersantai menikmati sebatang rokok, tiba-tiba terdengar suara dari jauh orang sedang tergesa-gesa dan nafasnya ngos2an. Sambil menghela nafas beliau bilang

"Juancuk, neroko puanase pol, gak betah aku, aku tak disini aja, enak adem"

"Samean iki sopo kok moro-moro teko rene?" tanya saya

"lho aku nyusul Cak Nun, aku gak betah, ndek kono ongkep, enak ndek kene adem ono kopine" ujarnya

"Jancuk, samean presiden teko negoro kuwi ya, samean dungaren gawe serban,pangling aku", saya terdiam, sambil melanjutkan menghisap rokok

"Jancuk ndasmu, topiku kari ndek neroko cuk, mau rene di kek i serban aku"


Rupanya beliau ini adalah Sudjiwo Tejo, Presiden dari negeri Jancukers, karena berisiknya percakapan saya dengan beliau, Cak Nun menghampiri kami dan mempersilakan beliau untuk gabung.

"Anu, gaekno kopi gawe wong iku mau ya, seng pait tur panas" ujar Cak Nun

"Njeh mbah, kok wong niku saget mlebu ten mriki to mbah? " tanya saya

"Alah bahno wes, sakno timbang plonga plongo kepanasen ndek kono

"Eee lha njeh mbah wong ora tau ibadah kok iso mlebu kene"

"Lha awakmu kok iso mlebu kene?"

"Jancuk, iyo yo mbah, Tuhan Maha Asyik" jawabku sambil cengengesan

Itulah beberapa drama dan kejadian menarik di surga versi saya, mungkin juga saya tidak kuat dengan neraka, dan tidak pantas juga menikmati sajian surga. Namun, mengharap ibadah dengan tujuan surga adalah tidak penting karena tujuan kita adalah Gusti Allah. Wong suwung seperti saya mungkin plonga plongo di neraka maupun di surga. Akan tetapi hati akan menjadi tenang apabila saya ada di sisi Allah SWT.

Salam dari surga

May 25, 2018

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Gunung Merapi merupakan gunung berapi di Indonesia yang masih aktif hingga saat ini. Secara administratif terletak sekitar 30 KM dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Gunung ini terakhir meletus pada tahun 2010 dan banyak menelan korban jiwa termasuk sang juru kunci Gunung Merapi yakni Mbah Maridjan. Tercatat hingga saat ini aktifitas Merapi masih sangat berbahaya.

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Uniknya, warga sekitar menjadikan Gunung Merapi sebagai salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi, mereka menyebutnya Wisata Lava Tour Merapi. Kita akan dibawa oleh Mobil Jeep yang bisa kita sewa menuju titik terdekat merapi yakni Bungker Kaliadem. Total Jeep yang disewakan sekitar 680 unit yang disediakan untuk mengangkut wisatawan.

Wisata Lava Tour Merapi menyediakan paket-paket wisata tour Jeep. Harga berkisar antara 300ribu hingga 600ribu per unit Jeep tergantung ukuran Jeep yang akan digunakan. Sebelum Jeep mengantar hingga ke Bungker Kaliadem, rombongan wisatawan juga akan singgah di beberapa objek wisata lainnya , yakni Batu Alien, Kawasan Rumah Bekas Erupsi, dan Petilasan Mbah Marijan.

Mari kita bahas sedikit tentang beberapa objek andalan di Wisata Lava Tour Merapi yang pernah saya kunjungi.

1. Bungker Kaliadem

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Bungker Kaliadem merupakan titik terdekat objek di Wisata Lava Tour Merapi. Di lokasi tersebut terdapat sebuah bunker sebagai tempat berlindung apabila suatu ketika terjadi letusan Gunung Merapi. Terdapat cerita menarik ketika merapi meletus sekitar tahun 1930, 2 orang meninggal di dalam Bunker Kaliadem karena hawa panas dan lava masuk kedalam bunker saat itu.

2. Kawasan Rumah Bekas Erupsi

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh ApiWisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Selanjutnya adalah spot kawasan rumah yang dahulu pernah terpapar lava atau asap panas dari Gunung Merapi. Disini terdapat barang-barang yang terkena langsung dampak dari letusan merapi hingga tak terbentuk asalnya beberapa juga meleleh karena panasnya api. Seperti sepeda motor, perabotan rumah tangga.

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api


Namun yang menarik terdapat kitab suci Al-Quran yang masih utuh dan tak tersentuh api dan terbakar, hanya cover dari Al-Quran yang sedikit terbakar namun di dalam isinya tidak terbakar sama sekali.

3. Batu Alien

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Di lokasi ini wisatawan dapat melihat sebuah batu besar yang berbentuk seperti wajah manusia. Warga sekitar menyebutnya Batu Alien karena batu tersebut terbentuk dari letusan merapi saat itu. Wisatawan juga bisa mengambil foto puncak merapi dari kawasan ini. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan foto batu tersebut karena tidak begitu tertarik.

4. Petilasan Mbah Marijan

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Kawasan Petilasan Mbah Marijan adalah sebuah tempat dimana saat erupsi merapi tahun 2010 Mbah Marijan yang juru kunci merapi saat itu meninggal. Untuk mengenang beliau warga sekitar membuat petilasan pada tempat dimana beliau meninggal. Sedangkan jenazahnya sendiri di makamkan di pemakaman umum setempat dan tidak di makamkan di tempat ini. Beberapa saksi bisu letusan merapi tahun 2010 juga terdapat di kawasan ini seperti mobil APV yang mengangut beberapa warga untuk di evakuasi, perabotan rumah tangga, dan lainnya.

Setelah selesai mengunjungi beberapa spot di Wisata Lava Tour Merapi, wisatawan akan disegarkan dengan di pacu adrenalinnya di sebuah sungai dimana mobil-mobil Jeep akan beraksi membawa wisatawan untuk merasakan sensasi pengalaman adventure naik Jeep. Setelah selesai bermain air Jeep akan kembali membawa rombongan ke tempat semula.

Itulah sedikit cerita mengenai perjalanan saya menyusuri Gunung Merapi, gunung yang masih aktif dan terus berdetak setiap saat. Tetap waspada apabila ingin berwisata kemari karena kondisi gunung yang masih aktif dan suatu saat kemungkinan bisa kembali erupsi.

Catatan : Aktifitas Gunung Merapi saat ini terpantau kembali aktif dan menyemburkan asap panas ke udara sehingga kawasan Wisata Lava Tour Merapi kemungkinan akan ditutup sementara waktu hingga kondisi kondusif seperti semula.