December 7, 2018

Goa Tetes - Bonus Tumpak Sewu Lumajang

Berwisata di Tumpak Sewu Lumajang beberapa pengunjung juga akan disuguhkan keunikan dari Goa Tetes. Tepat sekali, Goa Tetes masih berada di satu komplek dengan Air Terjun Tumpak Sewu.

Goa Tetes - Bonus Tumpak Sewu Lumajang


Baca juga : Tumpak Sewu

Jika Coban Sewu merupakan aliran sungai yang terpotong oleh tebing sehingga membuat menjadi air terjun / coban. Obyek ini berupa goa yang tidak pernah berhenti meneteskan air walaupun di musim hujan. Masyarakat sekitar menamakan-nya Goa Tetes. Gua Tetes ini berada sekitar 1 km dari Coban sewu ke arah selatan mengikuti aliran sungai. Goa Tetes ini dikelola oleh masyarakat Lumajang. Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi-nya dapat langsung ke pintu masuk utama setelah Coban Sewu. Bagi yang datang dari arah Lumajang anda akan menemui pintu masuk Goa Tetes.

Goa Tetes sendiri merupakan Goa yang terbentuk akibat karstifikasi batu gamping. Sehingga membentuk goa dan rongga rongga di bebatuan. Batu gamping ini berasal dari pengangkatan batuan gamping Formasi Wonosari. Proses air tanah yang melarutkan batu gamping inilah yang membuat aliran air di Goa Tetes tidak pernah surut. Aliran air tanah ini kemudian melarutkan zat kapur dan mengendapkannya di batuan lainnya. Beberapa akar pohon dan tanaman di sekitar aliran gua Tetes berubah menjadi keras akibat dari pengendapan batu kapur ini. Obyek wisata yang berbeda dibandingkan dengan Coban Sewu yang berada di batuan vulkanik yang terpotong oleh tebing.


"Goa Tetes ini memiliki kurang lebih 2 gua yang tiap detik meneteskan air dan menjadi aliran air"


Untuk memasuki obyek ini kami mengarungi aliran sungai. Aliran sungai ini juga digunakan untuk rafting dengan menggunakan ban. Sehingga anda akan merasakan aliran sungai dengan menaiki ban. Jalan yang digunakan berupa jalan setapak di sisi aliran sungai. Sepanjang perjalanan anda akan melihat tebing - tebing yang membatasi aliran sungai. selain itu juga banyak bermunculan sumber air tanah yang berbentuk air terjun di kedua sisi aliran sungai.

Setelah kurang lebih 500 m berjalan anda akan menemukan pos selanjutnya. Pos ini merupakan pos masuk bagi pengunjung dari pintu masuk dari Coban sewu yang akan masuk ke Goa Tetes begitupun sebaliknya dari Goa Tetes menuju coban sewu. Untuk masuk pengunjung dikenakan tarif 5 ribu rupiah.

Setelah itu dibagian bawah dari sumber air Goa Tetes anda akan menemukan kolam kecil yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Kolam ini tidak terlalu luas dan dalam. Beberapa pengunjung menikmati dengan berenang di kolam ini. warna air yang jernih dan bersih menjadi daya tarik untuk mencoba kolam ini. Saya akhirnya tergoda untuk sekedar berenang mengikuti mata air ini. Aliran sungai cukup deras karena berasal dari aliran mata air gua tetes. Bagi yang capek dan letih berjalan berenang dapat menyegarkan anda. di sekitar ini juga terdapat gubuk kecil untuk sekedar beristirahat. 

Untuk pengujung jangan lupa untuk mampir ke Goa Tetes ini karena masih berada di area Tumpak Sewu dan keunikannya yang jarang ditemui di tempat lain.

credit : http://arek-jagalan.blogspot.com/

Tumpak Sewu Lumajang "Niagara Indonesia"

Bila kita berkunjung ke suatu daerah selain untuk keperluan pribadi pasti di benak kita akan berpikir untuk mencari objek wisata di daerah tersebut. Topik bahasan kali ini saya akan mengunjungi salah satu daerah di Jawa Timur tepatnya adalah Kabupaten Lumajang. Kali ini saya tidak sendiri saya ditemani teman saya sesama penggemar travelling.

Tumpak Sewu Lumajang "Niagara Indonesia"

Salah satu obyek yang mulai terkenal disana yaitu Wisata Air Terjun Coban Sewu / Tumpak Sewu / Air Terjun Seribu di Ampelgading Kabupaten Malang terutama setelah diliput oleh team My Trip My Adventure. Obyek wisata ini sebenarnya berada di batas 2 Kabupaten yaitu Kabupaten malang dan kabupaten Lumajang. Nama Coban Sewu sendiri dinamakan oleh warga Kabupaten Malang sedangkan Tumpak sewu dinamakan oleh warga Kabupaten Lumajang. Lokasi ini dekat dengan jalan lintas selatan Malang Lumajang.

Bagi yang berangkat melalui Kota Malang dapat ditempuh melalui jalan darat ke arah Kecamatan Turen kemudian berbelok ke arah timur menuju Kecamatan Dampit hingga ke arah Lumajang. sedangkan bila dari Lumajang / Jember maka ambil jalan yang ke arah Kota Malang melalui lintas selatan. Lama perjalanan dari Kota Malang sekitar 2 hingga 3 jam dengan berkendara kecepatan 40 - 60 km jam.

Coban Sewu merupakan aliran air sungai dari kaki Gunung Semeru yang mengalir ke arah selatan dan berakhir di Laut Selatan. Pada musim hujan aliran sungai ini membawa material vulkanik gunung Semeru yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Coban Sewu ini terletak di tebing yang memotong aliran sungai sehingga menghasilkan banyak air terjun. selain dari aliran sungai , air ini juga berasal dari aliran air tanah yang terpotong oleh tebing sehingga keluar sebagai mata air. Mata air ini keluar diantara batuan vulkanik yang terbentuk akibat endapan Gunung Semeru. Gabungan Mata air tanah dan aliran sungai membuat Coban sewu terlihat memiliki banyak air terjun.

Jalan menuju obyek wisata ini sangat baik karena merupakan jalan utama poros Lintas Selatan Malang - Lumajang. walaupun begitu kontur yang terjal dan banyaknya bukit membuat pengendara harus berhati hati. salah satu ciri lintas selatan pulau jawa yaitu jalan yang berkelok kelok dan tikungan yang tajam. Tidak jarang ditemui truk truk besar yang berhenti karena menyerah melewati jalan ini.

Pintu masuk ke obyek ini ada dua pintu yaitu dari Lumajang dan Malang. Dari Lumajang wisatawan akan melewati Gua Tetes terlebih dahulu sedangkan dari Malang langsung menuju ke Coban sewu. Dari jalan utama obyek wisata ini kurang lebih berjarak 500 m. Dari arah Malang anda akan menemukan baliho yang memberikan info pintu masuk Coban Sewu. Setelah itu anda akan masuk ke arah perkampungan warga. Jalan ini cukup baik dengan kualitas beton. kurang lebih 500 meter anda akan menemukan kawasan parkir beserta pintu masuk lokasi wisata ini. Pengunjung yang ingin masuk diarahkan parkir di tempat ini. Selain itu di sini juga terdapat fasilitas seperti warung makan, toilet dan musholla.

Tumpak Sewu Lumajang "Niagara Indonesia"

Harga tiket pintu masuk coban sewu seharga 5 ribu rupiah ( harga tahun 2016 ). Wisata Coban Sewu tidak dianjurkan untuk anak -anak dan orang tua karena medan lokasi yang amat susah. jalan menuju loksai ini kira kira 200 meter kearah sungai.Di sekitar jalan setapak dijumpai banyak kebun kayu sengon salah satu pohon kayu yang banyak ditanam penduduk malang sebagai investasi. Setelah berjalan sekitar 200 meter anda akan jurang terjal yang menjadi jalan ke arah sungai dan Coban sewu.

Jalan setapak ini berubah menjadi tangga dari kayu yang diikat dengan rotan dan tali tambang. diperlukan kehati hatian dan fisik yang prima untuk melalui jalan ini. Tidak disarankan bagi penderita penyakit Jantung untuk ke tempat ini. diperlukan kehati hatian dan pegangan yang kuat di angga karena wisatawan langsung turun 90 derajat dari atas tebing. batas maksimal di tiap tangga sebanyak 5 orang. terkadang pengunjung harus bergantian untuk turun naik.

Kurang lebih ada 5 tangga turunan yang dilalui untuk turun ke Coban Sewu dan kurang lebih 200 meter tinggi tebing. setelah kurang lebih 1 jam akhirnya dapat turun di aliran sungai Coban Sewu. Pengunjung berjalan lagi ke arah utara melawan arus sungai untuk menuju lokasi coban Sewu kurang lebih 500 m. Keindahan lokasi Coban Sewu tidak dapat diungkapkan dengan kata kata. Hanya dua kata yang bisa menggambarkannya yaitu LUAR BIASA. Tidak percuma perjuangan turun tangga dan tebing dinding yang terjal untuk menggantikan pemandangan Coban Sewu.

Bagi yang hobi dengan adrenalin Tumpak Sewu ini cocok untuk dikunjungi, selain dari pemandangan air terjunnya yang eksotis dan hawa sekitar yang lumayan sejuk.

credit : http://arek-jagalan.blogspot.com

December 6, 2018

Liburan Akhir Tahun di Bali, Masih Menarik ?

Bali merupakan destinasi favorit wisatawan lokal maupun asing. Keindahan alam Bali merupakan magnet yang kuat bagi para pengujungnya. Sebut saja Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Lovina, Danau Bratan, Wisata Ubud dan masih banyak lainnya. Hal inilah yang menjadikan Bali sebagai destinasi pilihan utama kunjungan wisata Internasional.

Liburan Akhir Tahun di Bali, Masih Menarik ?



Liburan akhir tahun bersama teman atau keluarga di Bali tentunya sangat menyenangkan. Wisata alam,kuliner,shopping yang beragam bisa menjadi alternatif pilihan. Di sisi lain tentunya akan banyak kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru dunia sehingga Bali akan menjadi padat. Kendala lain adalah soal biaya karena musim liburan kemungkinan lonjakan harga tiket transportasi menuju Bali akan naik secara signifikan.

Namun, hal itu tidaklah menjadi kendala apabila sudah merencanakan liburan ini jauh hari sebelumnya.

Bila masih awam dan belum pernah berkunjung ke Bali, tentunya akan bingung pilihan wisata mana yang akan dikunjungi. Sesuai pengalaman pernah mengunjungi Bali beberapa tahun lalu, berikut daftar tempat wisata di Bali yang mungkin menjadi opsi pada liburan akhir tahun kali ini.

1. Pantai Kuta

Iya siapa yang tidak tahu Pantai Kuta atau bisa juga disebut Pantai Matahari Terbenam adalah merupakan tempat favorit masyarakat sejak era 1970an. Senja yang terkenal eksotis, dekat dengan spot perbelanjaan, kios-kios makanan atau minuman ditambah ramainya wisatawan yang hilir mudik dari berbagai negara, akan menjadi pilihan yang menarik menikmati malam tahun baru di pantai ini.

2. Pantai Pandawa

Pantai Pandawa atau masyarakat biasanya menyebut Pantai Rahasia terletak di ujung selatan Pulau Bali. Pantai ini tergolong masih baru dan alami. Pasir yang berwarna putih dan air laut hijau kombinasi biru menjadikan pantai pandawa tampak cantik. Beberapa olahraga air juga bisa dicoba di pantai ini, namun dengan membayar ongkos jasa sewa karena tidak disediakan gratis.

3. Desa Adat Panglipuran

Bagi yang bosan dengan pantai karena Bali memang banyak terdapat pantai mungkin suasana Desa Adat Panglipuran bisa menjadi alternatif wisata. Desa Panglipuran adalah salah satu desa yang masih menjaga kelestarian adat dan budaya hingga saat ini. Tak heran karena konsistensinya menjaga kelestariaan alam desa ini menjadi salah satu daya tarik wisata favorit.

4. Kuburan Trunyan

Ingin liburanmu anti mainstream dan unik? Kuburan Trunyan mungkin bisa menjadi pilihan. Lokasinya berada di daerah Kintamani di dekat Danau Batur dengan suasana yang dingin dan asri. Apa yang menjadi berbeda dari tempat ini adalah makam / kuburan yang tidak biasa dari makam lain. Makam disini jenazahnya dibiarkan begitu saja namun tidak berbau karena terdapat pohon besar yang dsebut Taru Menyan. Bila ingin lebih jelas mugkin bisa menyimak postingan di Kuburan Trunyan Bali.

Bali merupakan surganya tempat wisata, banyak tempat wisata yang belum saya kunjungi. Namun sebagian di atas adalah tempat yang populer di Bali. Masih banyak tempat lain yang mungkin bisa dijadikan destinasi wisata akhir tahun seperti Nusa Penida, Desa Ubud, Danau Beratan,Pura Besakih dsb.

Akhir tahun mungkin banyak orang menghabiskan liburannya ke wisata lokal yang terdekat dari rumah atau kota sekitar yang semakin hari semakin menunjukkan perkembangan yang begitu pesat ataupun hanya di rumah bercengkrama menghabisan waktu dengan keluarga. Lagipula akhir tahun kemungkinan cuaca kurang bersahabat dikarenakan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

Pertanyaanya di akhir tahun 2018, pilihan liburan ke Bali apakah masih menarik ?

Masih !!

November 22, 2018

Kota Malang Minim Objek Wisata?

Kota Malang Minim Objek Wisata, Hanya Kampung Warna-Warni Jodipan?


Kota Malang merupakan tempat tujuan wisata yang banyak menyedot antusias wisawan domestik maupun luar negeri. Namun, belakangan ini Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi objek wisata yang paling ramai dikunjungi di Kota Malang.

Lain halnya dengan Kabupaten Malang yang banyak sekali ditemukan pantai-pantai,coban atau air terjun dsb. Dalam hal ini, Kota Malang hanya sedikit mempunyai objek wisata. Beberapa tenggelam karena sudah dianggap kurang menjual dan kurang terawat. Kota Malang dahulu punya tempat wahana rekreasi keluarga sebut saja, Senaputra, Taman Wisata Rakyat ( Tawira ) sekarang berubah menjadi Taman Rekreasi Kota ( Tarekot ), Splendid Pasar Burung, dsb.

Adanya Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi pilihan dan sekaligus pengobat rindu akan hadirnya tempat wisata di Kota Malang. Belakangan juga sedang dikonsep tempat wisata baru layaknya Kampung Warna Warni Jodipan yakni Kampung Biru yang terletak bersebelahan dengan Kampung Warna Warni Jodipan.

Alun-Alun Kota Malang juga merupakan objek wisata yang sudah diperbaharui oleh pemerintah setempat. Kita juga bisa melihat bangunan kuno bekas kolonial di dekatnya yakni Gereja Immanuel yang letaknya bersebelahan dengan Masjid Agung Jamik Malang. Agak bergeser yang masih di seputaran Alun Alun Malang juga terdapat Gereja Kathedral Kayutangan, di depannya juga terdapat Toko Oen yang terkenal karena sudah ada sejak jaman dahulu.

Tak jauh dari alun-alun kita juga bisa mengunjungi alun alun yang lainnya yakni Alun-Alun Tugu, warga setempat biasa menyebutnya dengan Alun-Alun Bunder. Di tempat ini kita akan disuguhkan dengan Monumen Tugu yang dibangun era kepemimpinan Bung Karno sekaligus menjadi pusat pemerintahan Kota Malang dengan hadirnya gedung-gedung pemerintahan seperti Balai Kota Malang, Gedung DPRD Kota Malang dan beberapa Sekolah Menengah Atas.

Banyak pengunjung biasanya meluangkan waktu pada sore hari dan malam hari untuk menikmati suasana di tempat ini. Umumnya beberapa warga dari kota lain yang baru datang melalui Stasiun Kota Baru yang letaknya segaris dengan Alun-Alun Tugu sendiri. 

Kota Malang sendiri merupakan salah satu kota yang besar pada jaman kolonial dahulu. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak bangunan-bangunan jaman kolonial yang tersebar di berbagai penjuru sudut kota. Salah satunya yang terbesar adalah di kawasan Idjen Boulevard yang saat ini digunakan untuk kegiatan Car Free Day dan Pasar Minggu. 

Apabila ingin berbelanja jangan khawatir di Kota Malang sendiri juga banyak terdapat beberapa Mall dan pusat perbelanjaan yang dibangun. Salah satunya yang terkenal adalah Malang Town's Square, Mall Olypic Garden, dan Malang City Point. Letaknya juga tak jauh dari pusat kota.

Kota Malang tidak hanya identik dengan Kampung Warna Warni Jodipan. Masih banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Beberapa tempat mungkin masih kurang terawat oleh pemerintah setempat, namun banyak juga destinasi wisata yang terawat dan masih terjaga nilai sejarahnya.

Malang Nominor Sursum Moveor
Malang Namaku Maju Tujuanku

November 18, 2018

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya


Pantai Pulang Sawal (Pantai Indrayanti) atau disingkat dengan Pantai Pulsa adalah salah satu pantai yang menarik dan eksotis berada di Dusun Ngasem, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi Pantai Indrayanti, Kabupaten Gunungkidul terletak tepat di sisi timur Pantai Sundak. Keduanya dibatasi oleh perbukitan karang. Pantai Indarayati menawarkan keindahan panorama yang unik dibanding pantai-pantai lain di Gunungkidul.

Awalnya, pantai ini dikenal dengan Pantai Indrayanti. Penyebutan nama Pantai Indrayanti sebelumnya menuai banyak kontroversi. Indrayanti bukanlah nama pantai, melainkan nama pemilik cafe dan restoran. Berhubung nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya masyarakat menyebut pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Sawal. Namun nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Saawal. Keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pantai Indrayanti rupanya turut membawa dampak positif. Berbeda dengan pantai-pantai lain yang agak kotor, sepanjang garis pantai Indrayanti terlihat bersih dan bebas dari sampah. Hal ini dikarenakan pengelola tak segan-segan menjatuhkan denda sebesar Rp. 10.000 untuk tiap sampah yang dibuang oleh wisatawan secara sembarangan. Karena itu Indrayanti menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya

Pantai Indrayanti terletak bersebelahan dengan Pantai Sundak tepatnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupatan Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau ditempuh dari Yogyakarta pantai ini berjarak lebih dari 70 km dengan waktu sekitar 2 jam.

Jika menggunakan kendaraan umum memakai bus jurusan Yogya – Wonosari sebesar Rp.7.000,- turun di terminal kemudian mencari angkutan ke Panti Indrayanti. Apabila menggunakan kendaraan pribadi : Dari Yogyakarta anda bisa melewati jalut Jalan Imogiri Barat – Panggang – Saptosari – Pantai Baron – Pantai Kukup – Tepus – Pantai Krakal – Pantai Indrayanti. Namun bisa juga Dari Yogyakarta langsung ke kota Wonosari setelah itu anda akan menemukan penunjuk arah ke pantai Indrayanti. Jarak loket retribusi dengan pantai Indrayanti 9 km.

Untuk menuju Pantai Indrayanti Kabupaten Gunungkidul, perjalanan terbilang mudah karena jalan telah beraspal halus. Tetapi Anda tetap disarankan untuk membawa kendaraan sendiri atau menyewa kendaraan, sebab dari pusat Kota Yogyakarta masih belum tersedia angkutan umum.

Pantai Indrayanti Gunung Kidul dan Kontroversinya
Pantai Sundak
Apabila ingin menjelajahi Gunung Kidul jangan lupa untuk mengunjungi pantai-pantai yang ada di daerah ini. Selain dari Pantai Indrayanti, Gunung Kidul juga mempunyai pnatai-pantai yang lain yang tak kalah eksotis dan masih terlihat bersih dan terawat. Diantaranya adalah Pantai Siung, Pantai Pok Tunggal, Pantai Sundak, Pantai Krakal, Pantai Baron dan masih banyak yang lainnya.

Beberapa sumber disadur dari Wikipedia dan njogja.co.id.
Foto Dokumentasi pribadi.

Masjid Menara Kudus | Akulturasi Hindu-Buddha-Islam

Masjid Menara Kudus | Akulturasi Hindu-Buddha-Islam

Masjid Menara Kudus adalah masjid kuno yang dibangun oleh Sunan Kudus sejak tahun 1549 Masehi (956 Hijriah). Lokasi saat ini berada di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ada keunikan dari masjid ini karena memiliki menara yang serupa bangunan candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Buddha sehingga menunjukkan terjadinya proses akulturasi dalam pengislaman Jawa.

Sehari-hari, peziarah berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus ziarah ke makam Sunan Kudus yang terletak di sisi barat kompleks masjid. Selain itu, masjid ini menjadi pusat keramaian pada Festival Dhandhanganyang diadakan warga Kudus untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Uniknya Menara Kudus memiliki ketinggian 18 meter dengan bagian dasar berukuran 10 x 10 m. Di sekeliling bangunan dihias dengan piring-piring bergambar yang kesemuanya berjumlah 32 buah. Dua puluh buah di antaranya berwarna biru serta berlukiskan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sementara itu, 12 buah lainnya berwarna merah putih berlukiskan kembang. Di dalam menara terdapat tangga yang terbuat dari kayu jati yang mungkin dibuat pada tahun 1895 M. Bangunan dan hiasannya jelas menunjukkan adanya hubungan dengan kesenian Hindu Jawa karena bangunan Menara Kudus itu terdiri dari 3 bagian: (1) kaki, (2) badan, dan (3) puncak bangunan. Menara ini dihiasi pula antefiks (hiasan yang menyerupai bukit kecil).

Kaki dan badan menara dibangun dan diukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Ciri lainnya bisa dilihat pada penggunaan material batu bata yang dipasang tanpa perekat semen. Teknik konstruksi tradisional Jawa juga dapat dilihat pada bagian kepala menara yang berbentuk suatu bangunan berkonstruksi kayu jati dengan empat batang saka guru yang menopang dua tumpuk atap tajug.

Pada bagian puncak atap tajug terdapat semacam mustaka (kepala) seperti pada puncak atap tumpang bangunan utama masjid-masjid tradisional di Jawa yang jelas merujuk pada unsur arsitektur Jawa-Hindu

Masjid Menara Kudus | Akulturasi Hindu-Buddha-Islam
gerbang menuju makam Sunan Kudus
Di dalam komplek Masjid Menara Kudus juga terdapat makam salah satu Wali Songo yakni Sunan Kudus dan beberapa sanak kerabatnya juga dimakamkan di tempat ini. Sunan Kudus merupakan salah satu wali yang dikenal alim dan mempunyai ilmu kebatinan tingkat tinggi. Tak heran banyak peziarah yang datang setiap harinya di makam untuk mendoakan beliau. Kepadatan para peziarah dari seluruh penjuru negeri membuat ekonomi penduduk sekitar semakin meningkat. Terbukti dengan adanya toko-toko yang berjualan aneka macam aksesori Islami muali dari jilbab,tasbih,alat perangkat sholat dsb.

Beberapa kutipan sejarah disalin dari Wikipedia.

November 17, 2018

Menikmati Secangkir Kopi di "Surga"

Dikisahkan pada suatu masa di surga yang tenang dan begitu indah, Cak Nun bercengkrama dengan beberapa orang diantaranya beliau adalah Bung Karno, Gus Dur, Gus Mus, dan beberapa orang lainnya.

Menikmati Secangkir Kopi di "Surga"


Sembari menikmati kopi panas dan sajian pisang goreng, tampaknya mereka tidak sedang berdiskusi topik apapun hanya guyonan khas mereka yang saya dengarkan. 

Oh iya, saya ceritanya menjadi tukang bikin kopi semacam office boy disini hehe, Cak Nun bilang waktu itu ketemu saya di gerbang antara neraka dan surga, keliahatan bingung, Cak Nun akhirnya mengajak saya ke surga.

"timbang suwung awakmu ndek kene ae gaekno aku kopi" ujar Cak Nun saat itu

Ketika saya sedang bersantai menikmati sebatang rokok, tiba-tiba terdengar suara dari jauh orang sedang tergesa-gesa dan nafasnya ngos2an. Sambil menghela nafas beliau bilang

"Juancuk, neroko puanase pol, gak betah aku, aku tak disini aja, enak adem"

"Samean iki sopo kok moro-moro teko rene?" tanya saya

"lho aku nyusul Cak Nun, aku gak betah, ndek kono ongkep, enak ndek kene adem ono kopine" ujarnya

"Jancuk, samean presiden teko negoro kuwi ya, samean dungaren gawe serban,pangling aku", saya terdiam, sambil melanjutkan menghisap rokok

"Jancuk ndasmu, topiku kari ndek neroko cuk, mau rene di kek i serban aku"


Rupanya beliau ini adalah Sudjiwo Tejo, Presiden dari negeri Jancukers, karena berisiknya percakapan saya dengan beliau, Cak Nun menghampiri kami dan mempersilakan beliau untuk gabung.

"Anu, gaekno kopi gawe wong iku mau ya, seng pait tur panas" ujar Cak Nun

"Njeh mbah, kok wong niku saget mlebu ten mriki to mbah? " tanya saya

"Alah bahno wes, sakno timbang plonga plongo kepanasen ndek kono

"Eee lha njeh mbah wong ora tau ibadah kok iso mlebu kene"

"Lha awakmu kok iso mlebu kene?"

"Jancuk, iyo yo mbah, Tuhan Maha Asyik" jawabku sambil cengengesan

Itulah beberapa drama dan kejadian menarik di surga versi saya, mungkin juga saya tidak kuat dengan neraka, dan tidak pantas juga menikmati sajian surga. Namun, mengharap ibadah dengan tujuan surga adalah tidak penting karena tujuan kita adalah Gusti Allah. Wong suwung seperti saya mungkin plonga plongo di neraka maupun di surga. Akan tetapi hati akan menjadi tenang apabila saya ada di sisi Allah SWT.

Salam dari surga

May 25, 2018

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Gunung Merapi merupakan gunung berapi di Indonesia yang masih aktif hingga saat ini. Secara administratif terletak sekitar 30 KM dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Gunung ini terakhir meletus pada tahun 2010 dan banyak menelan korban jiwa termasuk sang juru kunci Gunung Merapi yakni Mbah Maridjan. Tercatat hingga saat ini aktifitas Merapi masih sangat berbahaya.

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Uniknya, warga sekitar menjadikan Gunung Merapi sebagai salah satu wisata yang menarik untuk dikunjungi, mereka menyebutnya Wisata Lava Tour Merapi. Kita akan dibawa oleh Mobil Jeep yang bisa kita sewa menuju titik terdekat merapi yakni Bungker Kaliadem. Total Jeep yang disewakan sekitar 680 unit yang disediakan untuk mengangkut wisatawan.

Wisata Lava Tour Merapi menyediakan paket-paket wisata tour Jeep. Harga berkisar antara 300ribu hingga 600ribu per unit Jeep tergantung ukuran Jeep yang akan digunakan. Sebelum Jeep mengantar hingga ke Bungker Kaliadem, rombongan wisatawan juga akan singgah di beberapa objek wisata lainnya , yakni Batu Alien, Kawasan Rumah Bekas Erupsi, dan Petilasan Mbah Marijan.

Mari kita bahas sedikit tentang beberapa objek andalan di Wisata Lava Tour Merapi yang pernah saya kunjungi.

1. Bungker Kaliadem

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Bungker Kaliadem merupakan titik terdekat objek di Wisata Lava Tour Merapi. Di lokasi tersebut terdapat sebuah bunker sebagai tempat berlindung apabila suatu ketika terjadi letusan Gunung Merapi. Terdapat cerita menarik ketika merapi meletus sekitar tahun 1930, 2 orang meninggal di dalam Bunker Kaliadem karena hawa panas dan lava masuk kedalam bunker saat itu.

2. Kawasan Rumah Bekas Erupsi

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh ApiWisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Selanjutnya adalah spot kawasan rumah yang dahulu pernah terpapar lava atau asap panas dari Gunung Merapi. Disini terdapat barang-barang yang terkena langsung dampak dari letusan merapi hingga tak terbentuk asalnya beberapa juga meleleh karena panasnya api. Seperti sepeda motor, perabotan rumah tangga.

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api


Namun yang menarik terdapat kitab suci Al-Quran yang masih utuh dan tak tersentuh api dan terbakar, hanya cover dari Al-Quran yang sedikit terbakar namun di dalam isinya tidak terbakar sama sekali.

3. Batu Alien

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Di lokasi ini wisatawan dapat melihat sebuah batu besar yang berbentuk seperti wajah manusia. Warga sekitar menyebutnya Batu Alien karena batu tersebut terbentuk dari letusan merapi saat itu. Wisatawan juga bisa mengambil foto puncak merapi dari kawasan ini. Sayangnya saya tidak sempat mengabadikan foto batu tersebut karena tidak begitu tertarik.

4. Petilasan Mbah Marijan

Wisata Lava Tour Merapi | Al-Quran Yang Tak Tersentuh Api

Kawasan Petilasan Mbah Marijan adalah sebuah tempat dimana saat erupsi merapi tahun 2010 Mbah Marijan yang juru kunci merapi saat itu meninggal. Untuk mengenang beliau warga sekitar membuat petilasan pada tempat dimana beliau meninggal. Sedangkan jenazahnya sendiri di makamkan di pemakaman umum setempat dan tidak di makamkan di tempat ini. Beberapa saksi bisu letusan merapi tahun 2010 juga terdapat di kawasan ini seperti mobil APV yang mengangut beberapa warga untuk di evakuasi, perabotan rumah tangga, dan lainnya.

Setelah selesai mengunjungi beberapa spot di Wisata Lava Tour Merapi, wisatawan akan disegarkan dengan di pacu adrenalinnya di sebuah sungai dimana mobil-mobil Jeep akan beraksi membawa wisatawan untuk merasakan sensasi pengalaman adventure naik Jeep. Setelah selesai bermain air Jeep akan kembali membawa rombongan ke tempat semula.

Itulah sedikit cerita mengenai perjalanan saya menyusuri Gunung Merapi, gunung yang masih aktif dan terus berdetak setiap saat. Tetap waspada apabila ingin berwisata kemari karena kondisi gunung yang masih aktif dan suatu saat kemungkinan bisa kembali erupsi.

Catatan : Aktifitas Gunung Merapi saat ini terpantau kembali aktif dan menyemburkan asap panas ke udara sehingga kawasan Wisata Lava Tour Merapi kemungkinan akan ditutup sementara waktu hingga kondisi kondusif seperti semula.

March 24, 2018

Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan Banyuwangi

sumber : http://radnaradno.blogspot.co.id


Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa pengalaman dan tulisan dari rekan saya yang pernah mengunjungi suatu tempat tertentu tapi saya belum sempat mengujunginya yakni Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan Banyuwangi yang terletak di Banyuwangi Jawa Timur. Semoga bisa menjadikan informasi bila ada kalian yang ingin travelling ke Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan Banyuwangi. Semua informasi ini real dari cerita teman saya Ratna yang berkesempatan kesana.


Berikut cerita dari teman saya tentang Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan Banyuwangi mari kita simak.

Sumber : http://radnaradno.blogspot.co.id

sumber : http://radnaradno.blogspot.co.id


Hello gengs!

Pada blog post kali ini saya akan membagikan sedikit pengalaman saya liburan ke salah satu destinasi wisata di ujung pulau Jawa.
Tujuan kami kali ini di Pulau Menjangan & Pulau Tabuhan.
Sedikit info soal Pulau Menjangan, pulau ini terletak dalam gugusan kawasan Taman Nasiona Bali Barat (TNBB) dan terkenal dengan destinasi snorklingnya.
Untuk Pulau Tabuhan, pulau ini kecil ini masuk dalam kawasan kabupaten Banyuwangi, dan terletak di Selat Bali.

Kami mengikuti paket tour Menjangan - Tabuhan via Yuk Banyuwangi. Setelah mencari review dan petunjuk, jatuhlah pilihan kami pada Yuk Banyuwangi. Dengan harga IDR 275,000/pax kami sudah dapat menjelajah snorking di pulau Menjangan dan Tabuhan (harga bisa berubah sewaktu-waktu.)
Untuk ikut tour, bisa booking via CP yang tertera pada website Yuk Banyuwangi atau instagram @yukbanyuwangi.

Kami berangkat dari Sidoarjo, rencana menggunakan kereta Mutiara Timur Malam.
Tetapi karena ada insiden teman saya terlambat ke stasiun alhasil kami harus mengejar waktu dengan bus.
Kami berangkat dari terminal Bungurasih, Sidoarjo pada pukul 23.00 WIB.
Tips: untuk yang naik bis, pilih bis AKAS/AKAS ASRI.
Kami sampai di Banyuwangi sekitar pukul 07.00 dan kami turun di meeting point Grand Watu Dodol, yang dimana terletak dipinggir jalan raya.

Grand Watu Dodol ( GWD ) ini adalah rest area, ada tempat parkir yang luas, tempat makan, area wahana permainan dan kamar mandi umum.
Ketika kami tiba disana, suasana masih sepi. Ada beberapa foto GWD tapi terhapus tidak sengaja di kamera saya :(
Oh iya ada pantai kecil dengan bebatuan, ombaknya cukup besar sehingga ada tulisan dilarang mandi.

Sekitar pukul 08.30 semua peserta siap di meeting point Yuk Banyuwangi, kami disambut oleh salah satu pemandu (saya lupa namanya) inisialnya R kalau tidak salah.
Dia mengumpulkan kami semua, memberi beberapa informasi dan wejangan lalu memimpin doa bersama.
Peserta berjumlah 9 orang, kami naik perahu motor kecil ditemani pemandu lain beserta seorang bapak.
Sebelum berangkat saya bersiap dengan membawa peralatan seperlunya, dan mengaplikasikan sun block diseluruh badan.
Tips: aplikasikan sun block berSPF tinggi setidaknya 15 menit sebelum terpapar sinar matahari.

Dan mulailah perjalanan kami ke pulau Menjangan.
Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang sangat memanjakan mata. Indahnya Taman Nasional Bali Barat, nampak pepohonan rindang dengan pantai pasir putih. Jika beruntung kita bisa melihat beberapa kera berlarian dipantai. Sayangnya kita tidak boleh berlabuh disini, sepertinya dikarenakan ini lingkungan observasi sehingga tidak boleh untuk tempat "bermain." Mas Anjar, pemandu kami berkata kalau tempat ini juga sebagai penangkaran Jalak Bali. Ada yang tahu Jalak Bali? Burung endemik khas Bali yang mulai langka dan dilindungi. Sayangnya ada beberapa peserta tour kami yang tidak tahu apa itu Jalak Bali :( semoga dengan ini mereka jadi tahu apa itu Jalak Bali dan turut dalam melindungi satwa langka. Perjalanan kami seru sekali, ditemani sinar matahari dengan ombak yang cukup mengguncang. Hati-hati mabuk laut, ya!

Awalnya saya kira perjalanan akan singkat tapi memakan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di spot snorkling pertama.

Spot pertama kalau tidak salah namanya Coral Garden, tidak jauh dari pulau Menjangan. Sesuai namanya banyak batu koral/terumbu karang nan cantik disana.
Bagi saya ini adalah pengalaman snorkling pertama saya. Jujur saya gugup 100% karena saya tidak bisa berenang dan ini laut lepas. SUPER DUPER PANIK hahahaha...
Setelah diberi peralatan snorkling, saya memantapkan diri untuk turun kebawah.
Karena ada pelampung, saya sedikit tenang. Sayangnya karena ini pertama kali, saya jadi tidak bisa menguasai pernapasan dengan baik. Air laut masih masuk ke mulut, saya masih bernapas menggunakan hidung dan sering tersedak. Saya mencoba berenang tapi kurang bisa mengatur diri.
Akhirnya setelah 10 menit saya terombang-ambing, saya naik ke kapal. Minum air sebentar dan mulai mengatur diri.
Saya turun lagi kebawah, kali ini saya sudah bisa menguasai google/kacamata snorkling.
Air laut sudah tidak masuk ke hidung dan saya mulai bernapas menggunakan mulut.
Saya cukup menikmati snorkling disini, arus ombak lumayan mengguncang diri.

Oh iya, dari Yuk Banyuwangi disediakan dokumentasi dari pemandu. Jadi kalau ngga bawa kamera tapi mau foto kece didalam laut, di kapal atau di pulau tinggal minta tolong fotoin sama mas-nya.
Saya ngga sempet foto dalam laut karena ngga punya kamera underwater, sedihnya juga pake kamera hp susah banget fotonya :(
Kami snorkling sekitar 30-60 menit, lupa saking asiknya hehehe...
Setelah puas lihat pemandangan dalam laut, kami naik ke kapal dan singgah di pelabuhan pulau Menjangan.

Di terik siang hari dan kelelahan, pemandu kami membawakan kami makan siang. Kami makan di bangunan mirip saung. Di pulau Menjangan ini kami juga bertemu beberapa wisatawan asing. Mereka nampak menikmati berada disini. Usai makan, saya sempat berkeliling sebentar. Maunya sih keliling sampai lama, tapi kami mengejar waktu untuk ke destinasi selanjutnya.

Sebetulnya saya hendak snorkling disini, dikarenakan lautnya yang dangkal- saya bisa berdiri dan nampak airnya jernih. Tapi sayang, waktu kami tidak banyak. Saya juga sempat cari-cari Menjangan/Rusa tapi tidak ketemu :( kita jumpa next time ya Menjangan...

Kami bersiap untuk ke spot snorkling selanjutnya. Sekitar 20 menit dari pelabuhan Menjangan.
Saya lupa nama spot snorkling kedua, "something Sandy" begitulah... (duh pikun!)
Ada "sandy" nya dikarenakan spot ini tidak jauh dari bibir pantai, dan sangat dangkal. Kita harus berhati-hati agar tidak menginjak terumbu karang.

Disetiap spot kita ditawari untuk foto bareng Nemo aka Clown Fish. Di spot langsung saya bisa lihat Clown Fish, tapi entah kenapa difoto si Nemo nya NGGAK KELIATAN HIKS HIKS T^T
Oh iya setiap mau ambil foto seperti dibawah ini kita diminta untuk lepas pelampung agar bisa"tenggelam." Beruntung bapak pemandu baik banget mau bantuin saya yang cupu dan nggak bisa renang ini :(
Badan kita akan ditahan sebentar agar bisa ambil pose yang bagus, aih! sadly pose saya jelek semua hahaha...

Setelah puas main dan foto-foto disini, kami menuju destinasi terakhir dari tour, pulau Tabuhan.

Ternyata, pulau Tabuhan cukup jauh dari pulau Menjangan. Mungkin sekitar 1 jam perjalanan.
Dan ternyata juga, ombak menuju pulau Tabuhan cukup tinggi untuk mengombang-ambingkan kapal kami.

Sensasi kapal dihantam ombak dan seperti hampir terbalik kami alami, dan itu seru banget!
Regu tour kami ketakutan, saya sih enggak! Malah sempat ketiduran saking capek dan juga tertawa senang menikmati ombak. Kenapa? karena saya lebih takut naik roller-coaster dibanding kena ombak begini hehehe...
Sampai di Pulau Tabuhan, saya dibikin takjub oleh pulau ini...
Pulaunya memang kecil, kita bisa mengelilingi dengan jalan kaki tidak lebih dari 15 menit. Tapi pemandangannya sungguh-sungguh cantik!

Oh iya, di Tabuhan ini ada warung-warung kecil dari warga yang menyediakan makanan ringan dan minuman.

Percaya sama saya, setelah snorkling dan perjalanan yang panjang kalian sampai disini pasti lapar banget!
Jadi pastikan dari meeting point kalian bawa uang ya.
Bocoran harga: mie instant rebus atau goreng Rp. 8,000 perporsi (1bungkus), pisang goreng Rp. 2,000 perbiji, minuman sekitar Rp. 4,000 s/d 15,000 tergantung jenisnya.
Kenapa mahal? karena Tabuhan ini bukan pulau berpenghuni, jadi para penjual ini berasal dari daratan Banyuwangi, dan untuk membawa bahan makanan ke Tabuhan pasti butuh biaya bahan bakar perahu, kan? Jadilah cukup mahal. Tapi harus dimaklumi lho! Kalau mau hemat ya bawa makanan sendiri.
Tapi untuk minuman, kami dapat minuman dari tour Yuk Banyuwangi, berupa air mineral kemasan 330ml disediakan dalam jumlah 1 karton untuk kami semua.
Dan setelah kenyang makan, saya menjelajah pulau sendirian. Karena semua geng tour kecapekan, asik makan dan nggak mau kena panas. Sedih hayati bang...

Saya mendekati puing-puing niatnya mau main, tapi apa daya ombak cukup besar. Saya yang sendirian main disini, takut juga terseret ombak. Karena nggak ada yang ngawasin saya main disini, saya jadi nggak berani main ke tempat yang ombaknya besar. Karena angin kencang, otomatis ombak juga besar.

sumber : http://radnaradno.blogspot.co.id


Selesai sesi foto-foto, kami memulai perjalanan kembali ke GWD. Jujur saja, saya kurang puas main di Tabuhan. Pulaunya terlalu cantik untuk ditinggalkan. Tapi, apa boleh buat berakhirnya waktu tour, berakhir juga saya bersua dengan Tabuhan. Sebuah perkenalan singkat yang akan selalu saya ingat.

Saya berencana untuk bersua denganmu dilain waktu, Tabuhan nan menawan.
Perjalanan pulang dari Tabuhan menuju GWD tidak semulus ketika kami berangkat, mungkin juga karena waktu sudah sore. Ombak makin besar dan mengayun-ayun kapal kami, tapi saya sangat menikmati perjalanan ini. Kami tiba di GWD sekitar pukul setengan 5 sore.
Kami mandi di kamar mandi umum, menyempatkan makan di rest area dan menuju terminal menggunakan ojek untuk pulang ke Surabaya.
Sebuah perjalanan sehari yang melekat di hati!

Beberapa tips dari @radnaradno :

* Selalu aplikasikan sunblock. Sebelum berangkat, sesudah snorkling/kena air. Ini penting sekali, karena saya hanya mengaplikasikan sunblock 1x, kulit saya terbakar dan membekas sampai 3 minggu :(
* Kalau kamu gampang mabuk laut, jangan lupa minum obat anti mabuk & selalu sedia di tas.
* Bawa sejenis Tolak Angin atau Antangin, terutama kalau kamu nggak kuat angin laut yang kencang.
* Bawa uang, ini untuk beli jajan di Pulau Tabuhan, hehehe...
* Kalau punya, kamu bisa bawa kamera underwater, setiap pemandangan disini sangat worth untuk diabadikan.
* Nggak perlu takut kalau baru pertama kali snorkling, karena sekali main kamu pasti ketagihan kayak saya XD
* Kalau berangkat dari Surabaya kamu bisa naik kereta dan jam bisa disesuaikan, kalau naik bis pastikan kamu naik bis yang langsung Banyuwangi tanpa lewat Lumajang atau Jember.
* Jangan naik bis yang dioper dan jangan mau kalau di oper turun-turun. Perjalanan SBY-BWI via bis sekitar 8-9 jam, jadi hitunglah jam agar tidak ketinggalan tour.
* Saya merekomendasikan tour Yuk Banyuwangi (www.yukbanyuwangi.co.id) dikarenakan tarif yang terjangkau, pelayanan yang baik dan bagi saya memuaskan.

INFO:
Tarif kereta Mutiara Timur Malam dari Surabaya Rp. 100,000/penumpang.
Tarif bis AKAS/AKAS ASRI AC Ekonomi Rp. 54,000/penumpang.
Biaya tur via Yuk Banyuwangi Rp. 275,000/orang (booking dahulu via CP.)
Tarif kamar mandi umum Rp. 3,000/orang.
Makanan di Pulau Tabuhan Rp. 8,000 - 15,000/porsi (mi instan)
Makanan di GWD rest area mulai dari Rp. 20,000/porsi (nasi goreng)
Minuman di GWD rest area mulai dari Rp. 5,000/botol (air mineral botol 600ml)
Tarif ojek dari GWD ke terminal Rp. 20,000/2 motor-2 orang. (Jangan malu untuk menanyakan ojek dan menawar ongkos.)
catatan: harga diatas bisa berubah sewaktu-waktu.

Catatan penulis:
Wisata bahari seperti snorkeling harus bisa menjaga keutuhan lokasi wisata.
Terumbu karang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa tumbuh hingga sampai
seperti yang kamu lihat di spot snorkeling.
Jadi jangan sampai kegiatan snorkeling maupun diving kita berpotensi merusak terumbu karang. Semisal menginjak, mencabut atau sengaja menghancurkan. Jangan sampai ya...
Juga jagalah selalu kebersihan lingkungan dimanapun kita berpetualang.
Jangan buang sampah sembarangan, jangan ambil apapun yg bukan milik kita, jangan mencabut atau mengambil makhluk hidup maupun flora yang seharusnya berada ditempatnya.
Semisal ada bintang laut lucu, kita bisa berfoto dengannya tapi tidak untuk mengambilnya dan dibawa pulang, jangan yaaa....
Semoga kawasan wisata pulau Menjangan dan Tabuhan tetap asri dan terjaga ekosistemnya, siapa tahu kelak kita bisa mengajak anak cucu untuk main disana.


Itulah pengalaman dari teman saya Ratna yang mengunjungi Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan Banyuwangi. Cerita yang cukup menarik sehingga suatu saat nanti saya ingin berkunjung ke Pulau Menjangan dan Pulau Tabuhan Banyuwangi.


Terima kasih kepada Ratna yang sudah mengijinkan tulisannya saya repost di blog saya ini apabila kalian ingin mengunjungi blog Ratna silahkan di http://radnaradno.blogspot.co.id atau di Instagramnya @radnaradno.


Salam Lestari

March 14, 2018

Kenapa Pilih Adidas ?

Kenapa Pilih Adidas ?


Kenapa Pilih Adidas ?
beberpa koleksi adidas saya
Salah satu brand besar yakni Adidas adalah salah satu brand yang sangat saya gemari. Tidak banyak koleksi sepatu,baju atau lainnya dari brand ini. Namun entah kenapa saya lebih menyukai Adidas daripada Nike, New Balance, Puma dll.

Mengutip dari Wikipedia Adidas adalah sebuah perusahaan sepatu yang berasal dari negara Jerman. Perusahaan ini dinamakan atas pendirinya, Adolf (AdiDassler, yang mulai memproduksi sepatu pada 1920-an di Herzogenaurach dekat Nuremberg, Jerman. Rancangan baju dan sepatu perusahaan ini biasanya termasuk tiga strip paralel dengan warna yang sama, dan motif yang sama digunakan sebagai logo resmi adidas. Adidas adalah perusahaan pakaian olahraga terbesar di Eropa dan kedua terbesar di dunia setelah Nike.

Kebanyakan ketika saya travelling atau bepergian ke acara resmi saya sering menggunakan sepatu dari Adidas yang tentunya original/asli. Namun saya tidak membelinya di outlet atau store resmi Adidas yang tersebar di beberapa mall di kota-kota besar di Indonesia. Saya membelinya di teman yang berjualan di Online Shop maupun di Store penjualan sepatu Offline di kota saya sekarang.

Kegandrungan trend Sneakers di kalangan para remaja saat ini membuat banyak sekali Online/Offline Store yang menjual beberapa sneakers mulai dari harga 250ribuan hingga puluhan juta rupiah. Beberapa tipe sepatu dari berbagai brand biasanya tidak menjual seri-seri tertentu di Indonesia, sedangkan store online dan offline mampu menyediakannya disamping itu juga harganya relatif terjangkau daripada harus membeli ke outlet resminya.


Tidak selalu adidas, saya juga mempunyai beberapa sepatu dari New Balance, Macbeth, Converse dll tapi entah kenapa saya lebih percaya diri kalau memakai sepatu dari Adidas hehe.

Pengalaman saya dulu saya tidak pernah mempunyai sepatu dengan nama brand besar dan cenderung KW atau replika. Namun, kenyataannya sepatu dari produk KW atau replika cenderung membuat kesan negatif diantaranya kurang nyaman dipakai,tidak tahan lama, mudah rusak, cepat bau, dan masih banyak faktor negatif lainnya.

Akhirnya saya mencoba membeli sepatu original yang memang dari bahan dasarnya saja sudah bagus di sebuah offline store di kota saya. Dari segi harga memang mahal dan jauh diatas sepatu KW atau replika. Kebetulan sepatu pertama saya yang saya beli adalah dari brand Adidas yakni seri Adidas Grand Prix. Namun, sekarang sudah merambah ke seri lainnya seperti seri Adidas Superstar, Adidas Dragon, Adidas Neo Racer dsb, tidak hanya itu saya membeli Tracktop atau jaket original Adidas bekas yang bisa dibilang murah dari toko online, karena ketika saya ingin membeli baru dan cek harga di outlet resminya ternyata harganya terlampau fantastis.

Bukan bermaksud pamer atau untuk kesan membeli merk tertentu, namun disini saya hanya sharing pengalaman saya dengan menggunakan atau membeli sepatu yang benar-benar original saya mendapatkan kesan positif yakni sepatu awet, tidak mudah bau, bahan kuat, dan tentunya nilai prestige saat memakainya lebih dapat. Terserah pilihan kalian tentang brand mau pilih apa namun yang saya tekankan adalah nilai originalnya. Saya yakin pasti kalian akan mendapatkan pengalaman positif tentang pemakaian sepatu yang original, tidak usah pilih yang mahal, banyak pilihan sepatu murah tapi original yang dijual di offline atau online store.

Mungkin kesan pertama membeli sepatu original merk Adidas yang membuat saya kepincut dengan brand ini.

Jadi, kenapa pilih Adidas ?